Aksi Protes Warnai Prosesi Wisuda Unpatti: Mahasiswa Desak Penuntasan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Ambon - Suasana khidmat prosesi wisuda Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon pada Rabu (23/4/2025) diwarnai aksi unjuk rasa oleh sekelompok mahasiswa. Aksi ini terkait dengan tuntutan penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Para demonstran menuntut transparansi dan tindakan tegas dari pihak rektorat universitas.
Aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa Unpatti ini berlangsung di area belakang gedung rektorat, bertepatan dengan berlangsungnya acara wisuda di auditorium. Puluhan mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka dengan membawa spanduk dan orasi. Aparat keamanan kampus sempat berjaga dan berupaya mengendalikan aksi tersebut. Kapolresta Ambon, AKBP Dr. Yoga Putra Prima Setya, mengonfirmasi adanya aksi damai yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa tersebut.
Para mahasiswa dalam aksinya menyerukan kepada Rektor Unpatti untuk tidak menutup-nutupi kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Mereka juga mendesak adanya transparansi dalam penanganan setiap kasus yang dilaporkan. Tuntutan utama mereka adalah agar pihak universitas bertindak cepat dan adil dalam menyelesaikan kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi, serta memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi para korban.
Berikut adalah poin-poin tuntutan yang disuarakan oleh mahasiswa:
- Penuntasan kasus dugaan pelecehan seksual secara transparan dan adil.
- Rektorat Unpatti tidak menutupi kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus.
- Transparansi dalam penanganan setiap kasus pelecehan seksual.
- Jaminan keamanan dan perlindungan bagi korban pelecehan seksual.
Meskipun aksi demonstrasi berlangsung, prosesi wisuda tetap berjalan lancar hingga selesai. Pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para mahasiswa. Kasus dugaan pelecehan seksual ini menjadi perhatian serius di kalangan mahasiswa dan diharapkan segera mendapatkan penanganan yang serius dari pihak universitas.