Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Hyundai di Indonesia Tetap Beroperasi Meski LG Tarik Diri dari Proyek Grand Package
Meskipun LG Energy Solution memutuskan untuk menarik diri dari proyek Indonesia Grand Package, pabrik sel baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power dipastikan akan terus beroperasi. Penegasan ini disampaikan oleh Head of Corporate Strategy Hyundai Motors Indonesia (HMID), Hendry Pratama, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Hendry menjelaskan bahwa mundurnya LG dari proyek tersebut tidak memiliki dampak langsung terhadap operasional HLI di Indonesia. Pabrik yang merupakan perusahaan patungan antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution ini tetap dapat melakukan sourcing bahan baku dari berbagai lokasi dan pihak lain.
"Operasional HLI di Indonesia tetap berjalan seperti biasa. Aktivitas manufaktur sudah berlangsung sejak Juli 2024," ujar Hendry, seperti dikutip dari Antara. Lebih lanjut, Hendry meyakinkan bahwa tidak ada perubahan struktur atau arah bisnis yang terjadi di HLI.
Saat ini, HLI memproduksi sel baterai yang digunakan oleh Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk kendaraan listrik mereka, termasuk model Kona Electric. Ini menunjukkan bahwa pabrik tersebut memainkan peran penting dalam rantai pasok kendaraan listrik Hyundai di Indonesia.
Senada dengan Hendry, Vice President of Commercial and Marketing Indonesia Battery Corporation (IBC), Bayu Yudhi Hermawan, menekankan bahwa pengembangan industri baterai kendaraan listrik bersifat terintegrasi dan tidak hanya bergantung pada satu pemain. IBC sendiri mengapresiasi komitmen HLI, Hyundai, dan para pelaku industri kendaraan listrik lainnya yang terus berjalan sesuai rencana.
"Pengembangan industri baterai ini tidak hanya spesifik dari satu rantai value chain, tetapi juga terintegrasi. Apa yang terjadi kemarin (mundurnya LG) lebih ke area midstream dan hulunya. Sementara untuk hilirnya, HLI tetap berjalan dengan normal," jelas Bayu.
Sebagai informasi, LG Energy Solution sebelumnya terlibat dalam beberapa proyek dalam skema Indonesia Grand Package. Proyek yang disepakati pada 18 Desember 2020 ini mencakup seluruh rantai pasok baterai kendaraan listrik, mulai dari penambangan hingga produksi. Sebagai bagian dari investasi tersebut, Presiden Joko Widodo telah meresmikan pabrik sel baterai EV pertama di Indonesia pada 3 Juli 2024, yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 10 gigawatt hour (GWh) per tahun.
Keputusan konsorsium Korea Selatan yang dipimpin LG untuk mundur dari proyek besar senilai 11 triliun won atau sekitar Rp130,7 triliun ini dilaporkan oleh Yonhap pada Jumat (18/4/2025). Meskipun demikian, kelangsungan operasional HLI memberikan sinyal positif bagi perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.