Febriany Eddy Akhiri Masa Jabatan di Vale Indonesia, Nakhoda Baru Dicari

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan bahwa masa jabatan Febriany Eddy sebagai Presiden Direktur dan CEO akan berakhir pada 21 April 2025. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menyusul diterimanya surat pemberitahuan resmi dari Febriany Eddy mengenai pengakhiran masa tugasnya.

Febriany Eddy, seorang tokoh penting dalam industri pertambangan Indonesia, kini mengemban tugas baru sebagai Direktur di PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI. BKI saat ini memegang peran sentral sebagai holding operasional Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sebagai BUMN, BKI bertanggung jawab dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang sahamnya telah dialihkan ke Danantara.

Perjalanan karir Febriany Eddy di Vale Indonesia terbilang panjang dan signifikan. Sebelum menduduki posisi puncak sebagai CEO, ia telah berkontribusi selama hampir 15 tahun, dengan 13 tahun di antaranya dihabiskan di Vale Indonesia. Pengangkatannya sebagai direktur Vale Indonesia pertama kali dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 23 April 2013. Selanjutnya, ia kembali dipercaya untuk menduduki posisi tersebut melalui RUPST pada tahun 2014, 2016, dan 2018, masing-masing dengan masa jabatan selama dua tahun.

Sebelum menjabat sebagai Direktur, Febriany Eddy sempat mengemban tugas sebagai Deputy CEO sejak tahun 2019. Pengalaman internasionalnya pun terasah ketika ia ditugaskan ke kantor regional Vale Base Metal Asia Pasifik dan Afrika yang berbasis di Brisbane, Australia, selama 2,5 tahun. Di sana, ia bertanggung jawab atas operasional Vale Base Metal di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, Jepang, China, Taiwan, dan Afrika.

Jejak karir Febriany Eddy sebelum penugasan ke luar negeri juga mencerminkan kompetensinya yang mumpuni. Ia pernah menjabat sebagai Manajer Pengawasan Pembiayaan Proyek dan Evaluasi Keuangan Vale Indonesia selama tiga tahun. Dalam peran ini, ia terlibat aktif dalam kegiatan operasional yang berfokus pada peningkatan efisiensi biaya, evaluasi, pengaturan pembiayaan proyek, serta perencanaan strategis.

Sebelum bergabung dengan Vale, Febriany Eddy menimba pengalaman di Pricewaterhouse Coopers (PwC) selama lima setengah tahun di Jakarta dan satu setengah tahun di Amsterdam, Belanda. Di PwC, ia terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan dan proyek internasional dalam uji tuntas keuangan.

Febriany Eddy memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, dengan gelar MBA dari UCLA Anderson School of Management dan National University of Singapore (NUS), serta Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia juga memegang sertifikasi akuntan publik di Indonesia maupun Australia.

Dengan berakhirnya masa jabatan Febriany Eddy, Vale Indonesia kini tengah bersiap untuk mencari sosok pengganti yang mampu melanjutkan kepemimpinan dan membawa perusahaan menuju kesuksesan di masa depan. Pengalaman dan jejak karir Febriany Eddy di industri pertambangan menjadi warisan berharga bagi Vale Indonesia.