Batang Prioritaskan Tiga Program Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Batang tengah berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui tiga program prioritas yang diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Keresidenan Pekalongan. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan usulan ini dalam forum yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Musrenbangwil ini melibatkan enam wilayah, yaitu Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2026.

Tiga Prioritas Utama

Bupati Faiz Kurniawan menjelaskan bahwa tiga usulan prioritas Kabupaten Batang difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Usulan tersebut meliputi:

  • Rehabilitasi Daerah Irigasi: Pemerintah daerah berencana melakukan rehabilitasi menyeluruh pada sistem irigasi yang ada. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan air yang memadai bagi lahan pertanian, terutama di wilayah Tersono dan Kenconorejo.
  • Pembangunan Embung: Pembangunan embung di Desa Kalipucang menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas tampungan air. Embung ini diharapkan dapat menampung hingga 53.900 meter kubik air, yang akan dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian di lima desa sekitarnya. Selain itu, embung ini juga berfungsi sebagai резервуар air untuk menjaga aliran sungai tetap stabil.
  • Rekonstruksi Jalan: Pemerintah daerah mengusulkan rekonstruksi jalan sepanjang 9 kilometer di ruas Bandar-Gerlang. Jalan ini akan dibangun dengan material beton untuk memastikan kelancaran distribusi hasil pertanian, khususnya sayur-mayur, dari wilayah produksi ke pasar.

Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai inovasi dan program. Salah satu fokusnya adalah pengembangan pertanian ramah lingkungan dan pemberdayaan petani milenial.

Selain itu, Pemkab Batang juga tengah mengembangkan ekosistem agribisnis yang terintegrasi dengan sektor industri dan pariwisata. Tujuannya adalah agar sektor pertanian tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Faiz Kurniawan menjelaskan bahwa rehabilitasi daerah irigasi di Tersono dan Kenconorejo akan membantu meningkatkan frekuensi masa tanam dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun. Hal ini akan berdampak signifikan pada peningkatan produksi pertanian secara keseluruhan.

Potensi Pertanian Batang

Data menunjukkan bahwa Kabupaten Batang memiliki potensi pertanian yang besar. Produksi beras mencapai 102.000 ton per tahun, dengan surplus sekitar 20.000 ton setelah memenuhi kebutuhan lokal.

Pemerintah Kabupaten Batang menyadari tantangan kompleks di sektor pertanian dan ketahanan pangan, terutama terkait perubahan iklim. Oleh karena itu, program-program prioritas ini diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan tersebut dan memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Batang.