GP Ansor Kerahkan 100 Ribu Banser Jaga Kedaulatan Pangan Nasional
Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan kesiapannya untuk mengawal kedaulatan pangan nasional dengan mengerahkan 100 ribu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai "Patriot Ketahanan Pangan". Deklarasi ini diikrarkan dalam acara pengukuhan yang berlangsung di Lapangan GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (24/4/2025).
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Sosial, Saifullah Yusuf; Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf; dan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Addin Jauharudin, dalam orasinya menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan respons terhadap ancaman krisis pangan global. Menurutnya, ketidakpastian geopolitik dunia berdampak signifikan pada stabilitas harga pangan.
"Siapa pun yang berani mengganggu ketahanan pangan bangsa, akan berhadapan langsung dengan Banser Patriot Ketahanan Pangan!" tegas Addin, yang disambut antusias oleh ribuan kader yang hadir.
Inisiatif "100 Ribu Banser Patriot Ketahanan Pangan" merupakan upaya konsolidasi kekuatan GP Ansor di tingkat desa, pesantren, dan komunitas lokal. Tujuannya adalah membangun kemandirian pangan dari bawah.
Di Banyumas, gerakan ini dimulai dengan pembentukan pasukan Banser yang dilengkapi seragam lapangan dan caping, sebagai simbol identitas dan kesiapan mereka terjun langsung ke lahan pertanian.
Addin menekankan bahwa keterlibatan aktif kader Ansor dalam sektor pertanian adalah bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Ia mengibaratkan kader Ansor sebagai awan yang membawa hujan, menyuburkan tanah, dan memakmurkan desa.
GP Ansor juga menyatakan dukungan penuh terhadap visi Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai mampu mengintegrasikan strategi pertahanan dan pembangunan ekonomi kerakyatan.
"Presiden Prabowo adalah sosok pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan para jenderal di medan pertempuran, sekaligus berdialog dengan para petani di ladang. Ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan jawaban atas doa seluruh rakyat Indonesia," ujar Addin.
Di akhir pidatonya, Addin memberikan instruksi kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk terus bersemangat dalam membangun ketahanan pangan.
Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia di masa depan. Inisiatif ini bukan hanya sekadar gerakan sosial, tetapi juga strategi nasional yang berakar pada kekuatan masyarakat untuk menghadapi tantangan global.