Hari Bumi 2025: Inovasi Pengelolaan Sampah dan Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fokus Utama
Peringatan Hari Bumi 2025 menjadi momentum penting untuk menyoroti inovasi dalam pengelolaan sampah dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi keberlanjutan lingkungan. PT Sucofindo, sebagai bagian dari BUMN Jasa Survei (ID Survey), menggelar diskusi publik bertajuk "Carbon Talk" pada 22 April 2025, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan sampah.
Diskusi ini, yang mengangkat tema "Inovasi Pengelolaan Sampah untuk Menjaga Bumi", menekankan urgensi untuk terus menggaungkan isu sampah dan perubahan iklim sebagai tantangan nyata yang dihadapi bersama. Budi Utomo, Direktur Layanan Industri Sucofindo, menyatakan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif, termasuk edukasi pengelolaan sampah dan layanan berbasis lingkungan. Sucofindo aktif berkontribusi dalam kegiatan keberlanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di berbagai daerah dan layanan Green Generation.
Layanan Green Generation Sucofindo mencakup:
- Validasi dan verifikasi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon
- Otomatisasi pemantauan lingkungan
- Audit Environmental, Social, and Governance (ESG)
- Konsultasi transisi energi
Dalam "Carbon Talk", Sena Pradipta dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani sampah, yang bersifat persuasif, preventif, dan represif, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Wilda Yanti, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) dan CEO PT Xaviera Global Synergy – Cyber Waste, menekankan krusialnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan media. Ia juga menyoroti potensi kewirausahaan sosial sebagai solusi integratif yang menyatukan edukasi, manajemen, teknologi, dan sumber daya manusia.
Widodo Sugiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, turut hadir dan berbagi pengalaman dari tingkat daerah dalam pengelolaan sampah. Selain itu, upaya menuju Net Zero Emission menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan yang terus digalakkan oleh Sucofindo. Perusahaan menyediakan berbagai layanan yang mendukung energi terbarukan, audit energi, sertifikasi bangunan hijau, dan memiliki jaringan laboratorium lingkungan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peringatan Hari Bumi ini menjadi pengingat akan pentingnya peran aktif dari semua pihak dalam menjaga kelestarian bumi, dimulai dengan pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Sucofindo, sebagai perusahaan inspeksi pertama di Indonesia yang didirikan pada 22 Oktober 1956, terus berkomitmen untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui berbagai layanan dan inisiatifnya. Saat ini, Sucofindo tergabung dalam holding BUMN Jasa Survei (ID Survey) bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dan PT Surveyor Indonesia, dengan 66 titik layanan dan 75 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.