Elang Ular Bido Korban Pemburu Liar Diselamatkan Aktivis Lingkungan Purbalingga

Kabar baik datang dari Purbalingga, Jawa Tengah, seekor Elang Ular Bido, spesies burung dilindungi, berhasil diselamatkan oleh sekelompok pecinta alam setelah ditemukan terluka akibat tembakan yang diduga berasal dari pemburu liar. Peristiwa ini terjadi di wilayah Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga.

Burung malang tersebut ditemukan tergeletak tak berdaya di sebuah kebun milik warga. Kondisinya sangat lemah dengan luka yang diduga disebabkan oleh tembakan peluru. Imam Hidayat, seorang aktivis lingkungan setempat, menjelaskan bahwa luka tersebut kemungkinan sudah diderita elang tersebut sehari sebelumnya. Setelah menemukan elang tersebut, Imam segera melaporkan kejadian ini ke grup percakapan daring Ekspedisi Sisik Naga, sebuah komunitas yang terdiri dari para pecinta alam dan pemerhati lingkungan yang aktif di wilayah Purbalingga.

Laporan tersebut segera direspon oleh Gunanto Eko Saputro, anggota Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda). Dengan sigap, Gunanto berusaha mendatangkan dokter hewan ke lokasi penemuan untuk memberikan pertolongan medis pada elang tersebut. Upaya penyelamatan ini membuahkan hasil, elang tersebut berhasil bertahan hidup meskipun proyektil peluru masih bersarang di tubuhnya.

Saat ini, Elang Ular Bido tersebut sedang menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan drh. Supriyono. Kondisinya dilaporkan semakin membaik. Rencananya, setelah kondisinya stabil, elang tersebut akan dibawa ke Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan x-ray. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui posisi pasti peluru yang bersarang di tubuhnya. Luka tembak pada elang tersebut telah dijahit untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Elang Ular Bido (Spilornis cheela), juga dikenal sebagai Mountain Serpent Eagle, merupakan spesies burung yang dilindungi berdasarkan Appendix II CITES. Keberadaan satwa ini sangat penting bagi ekosistem perbukitan Sisik Naga. Kawasan Sisik Naga sendiri merupakan wilayah hutan alam yang tersisa di Zona Serayu Utara, meliputi wilayah Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Banjarnegara, dan Pekalongan. Keberadaan Elang Ular Bido di wilayah ini menjadi indikator pentingnya menjaga kelestarian alam.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Tim Ekspedisi Sisik Naga pada tahun 2024, setidaknya terdapat 64 spesies burung yang teridentifikasi di wilayah tersebut. Beberapa di antaranya termasuk kategori satwa langka dan dilindungi, antara lain:

  • Elang Ular Bido (Spilornis cheela)
  • Elang Jawa (Nizaetus bartelsii)
  • Sikatan Cacing (Cyornis banyumas)
  • Julang Emas (Rhyticeros undulatus)

Kasus penembakan Elang Ular Bido ini menjadi pengingat akan ancaman perburuan liar terhadap satwa liar di Indonesia. Upaya konservasi dan perlindungan habitat satwa liar perlu terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi pecinta alam sangat penting untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.