Meta Kembali Pangkas Karyawan di Divisi Reality Labs di Tengah Kerugian yang Membengkak
Menyusul gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelumnya, Meta Platforms Inc., kembali mengambil langkah serupa dengan merampingkan divisi Reality Labs. Langkah ini dilakukan di tengah upaya perusahaan untuk menekan kerugian operasional yang signifikan dalam divisi yang berfokus pada pengembangan teknologi metaverse dan augmented reality tersebut.
Meta mengonfirmasi adanya restrukturisasi di dalam Oculus Studios, bagian dari Reality Labs, yang mengakibatkan berkurangnya jumlah karyawan. Meskipun juru bicara Meta, Tracy Clayton, tidak memberikan angka pasti mengenai jumlah karyawan yang terdampak, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa sekitar 100 orang kehilangan pekerjaan mereka. Sumber anonim Bloomberg mengungkapkan bahwa PHK ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi operasional divisi tersebut.
Reality Labs sendiri mengalami kerugian operasional yang mencapai US$ 4,97 miliar pada kuartal keempat, sementara penjualan hanya mencapai US$ 1,1 miliar. Kinerja keuangan yang kurang memuaskan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Meta untuk mengambil langkah-langkah efisiensi, termasuk PHK.
Pihak Meta menyampaikan penyesalan atas keputusan sulit ini dan mengakui kontribusi signifikan dari karyawan yang terdampak. Dalam pernyataan yang diunggah ke grup Facebook resmi Supernatural, Meta menyatakan kesedihan atas kehilangan anggota tim yang berbakat dan menekankan bahwa kontribusi mereka sangat penting dalam membentuk perjalanan divisi Reality Labs.
Meskipun melakukan PHK, Meta mengisyaratkan bahwa perusahaan tetap terbuka untuk menambah karyawan di masa depan, seiring dengan pertumbuhan audiens dan upaya untuk terus menghadirkan konten yang inovatif. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Meta tetap berkomitmen pada pengembangan teknologi metaverse, meskipun harus menghadapi tantangan finansial dan melakukan penyesuaian strategi.
PHK terbaru ini menandai babak baru dalam perjalanan Meta untuk mewujudkan visi metaverse-nya. Perusahaan harus menyeimbangkan ambisi inovasi dengan realitas bisnis yang menantang, sambil memastikan bahwa mereka memiliki struktur organisasi yang efisien dan berkelanjutan.