Budiman Sudjatmiko Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi dan Politik Akibat Bonus Demografi yang Tak Terkelola

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menyoroti potensi risiko besar yang membayangi Indonesia terkait bonus demografi. Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin, menyampaikan kekhawatirannya bahwa bonus demografi yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi pemicu krisis ekonomi dan politik yang serius.

Dalam acara Kongres Pejuang Perempuan di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Budiman mencontohkan situasi yang terjadi di Jepang sebagai contoh nyata. Ia menjelaskan bahwa penurunan angka pernikahan di Jepang telah membawa dampak negatif terhadap perekonomian negara tersebut. Menurutnya, kurangnya minat masyarakat Jepang untuk berkeluarga dan memiliki anak telah menyebabkan stagnasi ekonomi yang signifikan.

"Negara-negara seperti Jepang mengalami 'petaka' karena turunnya angka pernikahan. Hal ini berdampak ke ekonomi," ujarnya.

Lebih lanjut, Budiman menekankan pentingnya peran perempuan dalam mempersiapkan generasi muda. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai positif, seperti cinta, kreativitas, dan cita-cita, kepada anak-anak mereka. Ia juga mengingatkan bahwa jika bonus demografi tidak diimbangi dengan peran aktif perempuan, hal itu dapat memicu bencana ekonomi dan politik.

"Saya harap di Kongres Pejuang Perempuan yang sangat strategis ini menjawab soal ini, karena akan terjadi bencana demografis, akibatnya membawa bencana ekonomi politik, akibatnya membawa bencana geoekonomi, posisi Indonesia belum kuat," jelas Budiman.

Budiman Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya menciptakan generasi muda yang seimbang, memiliki rasa cinta, cita-cita, dan kemampuan untuk berkreasi. Ia memberikan contoh ekstrem tentang dampak negatif jika salah satu elemen tersebut hilang atau tidak seimbang.

  • Jika generasi muda hanya memiliki rasa cinta dan cita-cita, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk berkreasi, mereka berpotensi menjadi pemalas.
  • Jika mereka memiliki rasa cinta dan kemampuan berkreasi, tetapi tidak memiliki cita-cita, mereka bisa menjadi petualang yang tidak terarah.
  • Namun, yang paling berbahaya adalah jika generasi muda memiliki cita-cita dan kemampuan berkreasi, tetapi tidak memiliki rasa cinta. Mereka berpotensi menjadi teroris yang merugikan masyarakat.

Oleh karena itu, Budiman Sudjatmiko berharap Kongres Pejuang Perempuan dapat merumuskan solusi strategis untuk mengatasi potensi ancaman yang terkait dengan bonus demografi. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.