Antisipasi Karhutla, Kapolri Serukan Kewaspadaan Tinggi di Jambore Riau
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan langkah antisipatif terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah rawan seperti Riau. Penekanan ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara Jambore Karhutla 2025 yang berlangsung di Siak, Riau.
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Riau bersama Polda Riau, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan terkait ini, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, mengenai bahaya karhutla. Kapolri menyoroti pentingnya kesiapsiagaan mengingat potensi cuaca kering dan rendahnya curah hujan yang diperkirakan akan melanda Riau pada periode Mei hingga Juli 2025.
Walaupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau tahun 2025 tidak seekstrem tahun sebelumnya, dengan durasi yang lebih pendek dari Juni hingga Agustus, Kapolri tetap mengingatkan bahwa Riau memiliki kerentanan terhadap munculnya titik panas. Faktor ini diperparah dengan status siaga darurat bencana karhutla yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau sejak 1 April hingga 30 November 2025.
Kapolri menekankan bahwa langkah proaktif seperti penetapan status siaga darurat adalah bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi karhutla, terutama dengan karakteristik cuaca yang lebih kering dibandingkan hari-hari biasanya.
Untuk itu, Kapolri menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri, TNI, pemerintah daerah, dan relawan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla. Upaya pencegahan, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti kanal dan embung, harus terus diintensifkan.
Jambore Karhutla 2025 sendiri menjadi wadah edukasi bagi generasi muda dengan melibatkan 530 peserta dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, dan relawan penanggulangan api Mandala Agni dari 12 kota/kabupaten di Riau. Rangkaian acara yang digelar meliputi:
- Talk show dengan menghadirkan pemerhati lingkungan dan aktivis.
- Simulasi penanganan kebakaran.
- Api unggun.
- Fun games.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menambahkan bahwa Jambore Karhutla 2025 ini merupakan implementasi dari konsep green policing, yaitu pendekatan pemolisian yang mengintegrasikan kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian integral dari upaya menjaga keteraturan sosial dan membangun peradaban.