Human Initiative Jangkau Dusun Terpencil di Maluku Tengah dengan Program Kurban

Di tengah lanskap Maluku Tengah yang permai, tersembunyi sebuah dusun bernama Oli Lama, bagian dari Desa Wakal, Kecamatan Leihitu. Kedamaian desa ini, dengan rumah-rumah kayu beratap rumbia yang mencerminkan kearifan lokal, kontras dengan sulitnya akses menuju kesana. Jalanan rusak dan terjal menjadi tantangan tersendiri, menggambarkan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah terpencil.

Namun, kesulitan itu tak menghalangi tim Human Initiative (HI) untuk menyambangi Oli Lama dalam rangka program Sebar Qurban. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Dusun La Ode Sarip, Imam Masjid Al Huda La Ode Tabina, serta warga setempat. Senyum merekah di wajah mereka, ungkapan syukur atas kepedulian yang selama ini ditunjukkan oleh HI.

La Ode Tabina mengungkapkan, selama puluhan tahun, warga Oli Lama selalu berupaya mengumpulkan dana untuk membeli kambing kurban menjelang Idul Adha. Namun, penghasilan tak menentu sebagai petani sayur seringkali menjadi penghalang. Harga sayur yang anjlok saat panen membuat impian berkurban terasa jauh.

"Panen setiap 3-4 bulan. Saat panen sering kali harga sayur jatuh sehingga pendapatan para petani minim. Ini membuat kami tidak mampu menabung untuk membeli kambing. Terlebih, sapi untuk dikurbankan pada Idul Adha," jelas La Ode Tabina.

La Ode Sarip menambahkan, sebagian besar warga adalah petani penggarap di lahan milik Pemerintah Desa Wakal. Mereka menanam sayuran, singkong, jagung, dan kacang-kacangan, serta mengelola kebun pala, lada, cengkeh, dan kelapa. Dengan penghasilan rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan, membeli hewan kurban adalah impian yang sulit diwujudkan.

"Kami tidak mampu (menunaikan) kurban sendiri-sendiri karena harga hewannya cukup mahal. Satu ekor kambing berbobot 25 kg itu harganya Rp 3 juta-Rp 3,5 juta. Kami jelas tidak mampu. Makanya, kami bersyukur sejak Idul Adha 2024, kami mendapat kiriman satu ekor sapi dari HI. Semoga Allah membalas kebaikan para penyumbang kurban (mudhohi) dengan pahala besar," kata La Ode Sarip.

Wasamu, seorang janda yang berprofesi sebagai pembuat parutan singkong dan pengrajin atap rumbia, menjadi salah satu penerima manfaat program Sebar Qurban. Ia mengaku jarang sekali bisa menikmati daging sapi atau kambing karena harganya yang mahal.

"Iya, katong (kami) senang dan gembira. Nanti pada momen Idul Adha akan dapat daging kurban lagi. Alhamdulillah, terima kasih," ucap Wasamu penuh syukur.

Abdul Mughni dari HI memastikan bahwa program Sebar Qurban akan terus berlanjut. Tahun ini, dengan tema "Berqurban Saling Menguatkan", HI berencana mendistribusikan 450 ekor sapi ke dusun-dusun miskin di Maluku Tengah.

"Program Sebar Qurban ini hadir untuk menyalurkan hewan kurban dari para mudhohi yang disalurkan melalui kami (HI). Kami menjamin hewan kurban disalurkan tepat sasaran dan diprioritaskan bagi warga tidak mampu," jelas Mughni.

HI mengajak masyarakat untuk berkurban dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Kurban Anda dapat menjangkau saudara-saudara kita di pelosok Maluku Tengah, memberikan harapan dan kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha.