Ratusan Calon Haji Tangerang Selatan Gagal Terbang ke Tanah Suci
Kota Tangerang Selatan mencatat adanya pembatalan keberangkatan haji untuk 197 calon jemaah pada tahun ini. Jumlah ini merupakan persentase signifikan dari total kuota haji yang dialokasikan untuk kota tersebut.
Kepastian pembatalan ini dikonfirmasi oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tangerang Selatan, Rizki Waludin. Menurutnya, berbagai faktor menjadi penyebab utama, mulai dari masalah kesehatan yang menghalangi kelolosan uji medis, hingga kendala finansial yang menyebabkan ketidakmampuan melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tepat waktu.
- Faktor Kesehatan: Sejumlah calon jemaah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan setelah menjalani pemeriksaan medis yang ketat. Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan menjadi alasan utama pembatalan bagi kelompok ini. Bahkan, beberapa calon jemaah dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
- Kendala Biaya: Sebagian calon jemaah lainnya terpaksa mengundurkan diri karena tidak mampu melunasi biaya haji sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Meskipun diberikan perpanjangan waktu pelunasan, mereka tetap tidak dapat memenuhi kewajiban finansial tersebut.
Menanggapi situasi ini, Kementerian Agama (Kemenag) Tangerang Selatan telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan mengganti calon jemaah yang batal berangkat dengan peserta cadangan dan jemaah prioritas lansia. Proses penggantian ini dilakukan untuk memaksimalkan kuota haji yang tersedia dan memberikan kesempatan kepada mereka yang memenuhi syarat dan siap untuk berangkat.
Berdasarkan data terkini, sebanyak 68 jemaah cadangan dan 24 jemaah lansia telah ditunjuk untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh jemaah yang batal. Dengan demikian, total jemaah haji asal Tangerang Selatan yang berhak berangkat ke Mekah pada tahun ini berjumlah 1.503 orang. Jemaah haji asal Tangerang Selatan akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) yang berbeda. Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2025 (kloter 8), diikuti oleh kloter 16 pada 5 Mei, kloter 35 pada 14 Mei, kloter 47 pada 20 Mei, dan kloter terakhir, kloter 54, pada 24 Mei. Jadwal keberangkatan ini telah disosialisasikan kepada seluruh jemaah dan pihak terkait agar persiapan dapat dilakukan dengan optimal.