Ratusan Ribu Umat Beri Penghormatan Terakhir, Persemayaman Paus Fransiskus Ditutup

Upacara penghormatan terakhir kepada mendiang Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, telah resmi ditutup. Ratusan ribu umat Katolik dari berbagai belahan dunia memadati Basilika untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut.

Menurut laporan yang diterima, otoritas Vatikan menutup akses publik ke Basilika Santo Petrus pada hari Jumat, 25 April 2025, pukul 19.00 waktu setempat. Peti jenazah Paus Fransiskus, yang terbuat dari kayu dan berisi jasad Paus yang mengenakan jubah merah serta sepatu hitam, akan disegel dalam sebuah upacara tertutup pada pukul 20.00 waktu setempat. Prosesi penyegelan peti jenazah ini dilakukan sebagai persiapan akhir menjelang upacara pemakaman yang akan dilaksanakan.

Vatikan mengumumkan bahwa sekitar 250.000 orang telah memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus selama tiga hari persemayaman. Angka ini melampaui perkiraan awal dan menunjukkan besarnya rasa hormat dan cinta umat Katolik terhadap Paus Fransiskus.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, termasuk di antara tokoh-tokoh terakhir yang memberikan penghormatan terakhir. Jumlah pelayat secara keseluruhan bahkan melebihi angka 195.000 orang yang hadir saat persemayaman pendahulu Paus Fransiskus, Paus Benediktus XVI, pada tahun 2013.

Seorang warga Italia berusia 53 tahun, Igho Felici, mengungkapkan kekagumannya setelah melihat peti jenazah Paus Fransiskus. Ia menyebut Paus sebagai sosok yang luar biasa dan mencintai semua orang tanpa memandang agama. Felici merasa terdorong untuk hadir dan memberikan penghormatan terakhir.

Sejak pagi hari, Via della Conciliazione, jalan lebar yang menghubungkan Roma dengan Basilika Santo Petrus, dipadati oleh lautan manusia. Para peziarah dan wisatawan dari berbagai negara bercampur dengan warga Italia yang menikmati hari libur nasional pada tanggal 25 April. Mereka semua datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus.

Upacara pemakaman Paus Fransiskus dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan tokoh penting dunia. Di antara mereka termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta lebih dari selusin bangsawan. Diperkirakan sekitar 200.000 pelayat akan menghadiri upacara pemakaman tersebut.

Pihak berwenang Italia dan Vatikan telah meningkatkan keamanan di sekitar Basilika Santo Petrus. Langkah-langkah pengamanan yang diterapkan meliputi pelarangan penerbangan drone, penempatan penembak jitu di atap-atap bangunan, dan penyediaan jet tempur dalam keadaan siaga. Polisi juga mengaktifkan sejumlah pos pemeriksaan tambahan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama prosesi pemakaman.