Dunia Berduka: Pemakaman Paus Fransiskus Dihadiri Puluhan Ribu Umat dan Pemimpin Dunia
Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, dipenuhi oleh lautan manusia pada hari Sabtu (26/4) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus. Lebih dari 200.000 pelayat dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pemimpin dunia, bangsawan, hingga kelompok marginal yang selama ini menjadi perhatian utama sang Paus, berkumpul untuk mengikuti upacara pemakaman yang khidmat. Kepergian Paus Fransiskus, yang wafat pada usia 88 tahun setelah berjuang melawan penyakit pneumonia, telah menyentuh hati jutaan umat Katolik di seluruh dunia.
Misa requiem yang dipimpin oleh Kardinal Giovanni Re berlangsung selama kurang lebih 90 menit di tangga Basilika Santo Petrus. Hadir dalam upacara tersebut 224 kardinal, 750 pastor dan uskup dari seluruh dunia, serta delegasi dari 130 negara. Presiden Argentina, Javier Milei, memimpin delegasi dari negara asal Paus Fransiskus, sementara Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga turut hadir di barisan depan.
Para pemimpin dunia dan bangsawan berbaur dengan para tunawisma, pengungsi, dan anggota komunitas LGBTQ+, kelompok-kelompok yang selalu diperjuangkan oleh Paus Fransiskus. Sosok Paus Fransiskus dikenal karena kesederhanaannya dan perhatiannya yang besar terhadap kaum marginal. Sebagai anggota ordo Jesuit, ia selalu menekankan pentingnya hidup sederhana dan melayani sesama.
Sebelum dimakamkan, jenazah Paus Fransiskus disemayamkan selama tiga hari di Basilika Santo Petrus. Pada hari Sabtu pagi, peti jenazahnya dibawa keluar ke Alun-alun Santo Petrus oleh para pengusung peti yang dikenal sebagai "Gentlemen of His Holiness". Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, namun warisan kepemimpinannya dan semangatnya untuk melayani sesama akan terus hidup.