Reformasi Bantuan Masjid di Sumatera Utara: Fokus pada SDM dan Kesejahteraan Pengurus

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana melakukan perubahan signifikan dalam penyaluran bantuan dana hibah untuk masjid. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan bahwa alokasi dana tidak lagi hanya terfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus masjid serta kesejahteraan mereka.

"Kami akan mengubah sedikit metode pemberian bantuan rumah ibadah. Selama ini, bantuan sepenuhnya dialokasikan untuk pembangunan fisik dengan nilai yang bervariasi. Nantinya, kita akan menetapkan minimal Rp 200 juta, namun tidak semuanya untuk fisik. Sebanyak 60 persen akan dialokasikan untuk fisik, dan 40 persen untuk kesejahteraan serta pemberdayaan masjid," ujar Bobby Nasution saat menghadiri acara Halalbihalal DPD Partai Gerindra Sumut di Medan.

Inisiatif ini menandai pergeseran paradigma dalam pengelolaan bantuan keagamaan. Pemprov Sumut melihat bahwa keberadaan masjid bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang membutuhkan pengelola yang berkualitas dan sejahtera.

Lebih lanjut, Bobby Nasution mengungkapkan rencana untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pemberian gaji kepada pengurus masjid, termasuk imam, guru ngaji, dan muazin. Gaji yang diberikan diharapkan sesuai dengan standar Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pengurus masjid.

"Bantuan yang diberikan hendaknya dapat mencukupi kebutuhan selama setahun. Nanti kita akan buat Pergub-nya. Kami mohon dukungan dari seluruh kader Partai Gerindra dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat di Sumut," kata Bobby.

Selain itu, Bobby Nasution juga mengajak seluruh kepala daerah dan kader Gerindra untuk mendukung program-program Pemprov Sumut yang selaras dengan program Presiden RI Prabowo Subianto. Ia berharap terjalin kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, Pemprov Sumut, dan pemerintah daerah, sehingga program-program tersebut dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh wilayah.

"Atas nama Pemprov Sumut, kami mohon dukungan dan doa restu, agar program Pemprov Sumut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan cita-cita Bapak Presiden, agar wong cilik bisa gemuyu," tuturnya.

Bobby Nasution juga menekankan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa kesejahteraan rakyat kecil dan miskin harus menjadi prioritas. Program-program yang diluncurkan Pemprov Sumut akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan masjid dan kesejahteraan pengurusnya, serta mendukung program-program pembangunan yang berpihak pada masyarakat kecil di Sumatera Utara.