Pengakuan Tersangka Selamatkan Kepala BNPT dari Ledakan Nitrogliserin di Solo

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Eddy Hartono, mengungkapkan sebuah pengalaman menegangkan saat bertugas sebagai penyidik di Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri. Pengalaman ini diceritakan kembali dalam sebuah episode Brigade Podcast.

Saat bertugas di Solo, Eddy Hartono dan timnya berhasil meringkus seorang tersangka teroris. Namun, naluri seorang penyidik yang berpengalaman membuatnya merasa ada sesuatu yang belum lengkap dalam penangkapan tersebut. Kecurigaan ini mendorongnya untuk mengajukan pertanyaan penting kepada tersangka mengenai keberadaan barang bukti lain.

"Untungnya, kami berinisiatif menanyakan kepada tersangka, apakah masih ada barang bukti yang tersimpan di rumah?" kenang Eddy Hartono.

Ternyata, pertanyaan itu membuahkan jawaban yang mengejutkan. Tersangka mengakui masih menyimpan bahan peledak di dalam rumahnya, tepatnya di dalam sebuah lemari. Informasi ini menjadi krusial, namun ada detail lain yang lebih penting.

Menurut pengakuan tersangka, bahan peledak yang disimpan sangat sensitif. Mendengar hal ini, Eddy Hartono segera mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Ia tidak ingin mengambil risiko sekecil apapun yang dapat membahayakan dirinya dan tim.

Dengan informasi dari tersangka, Eddy Hartono segera memanggil petugas pemadam kebakaran. Mereka diminta untuk menyemprotkan air ke arah lemari yang menyimpan bahan peledak tersebut. Tujuannya adalah untuk menstabilkan kondisi bahan peledak dan mengurangi risiko ledakan.

Namun, takdir berkata lain. Saat proses penyemprotan berlangsung, lemari tersebut tidak mampu menahan beban dan akhirnya roboh. Akibatnya, ledakan dahsyat tidak dapat dihindari.

Belakangan diketahui bahwa bom yang meledak tersebut berbahan nitrogliserin. Bahan ini sangat berbahaya dan memiliki daya ledak yang sangat tinggi. Bahkan, jika dirangkai dengan benar, daya ledaknya disebut-sebut melebihi Bom Bali 2002. Nitrogliserin merupakan komponen utama dalam serbuk mesiu tanpa asap dan sering digunakan untuk pengisian ulang senjata api. Pengakuan tersangka teroris tersebut menjadi penyelamat bagi Eddy Hartono dan timnya. Tanpa informasi tersebut, mereka mungkin saja menjadi korban ledakan nitrogliserin yang sangat dahsyat.