Lima Belas Industri Mebel Bandung Incar Pasar Global di IFEX 2025
Lima Belas Industri Mebel Bandung Incar Pasar Global di IFEX 2025
Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2025, pameran furnitur terbesar di Indonesia, menjadi panggung bagi 15 pelaku industri mebel Kota Bandung untuk unjuk gigi di kancah internasional. Berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 6-9 Maret 2025, IFEX 2025 menjadi momentum strategis bagi para pengusaha mebel Bandung untuk memperluas jaringan bisnis dan menembus pasar global. Keikutsertaan mereka mendapat dukungan penuh dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor industri kreatif di Kota Bandung.
Partisipasi 15 industri mebel Bandung ini di IFEX 2025 merupakan bukti nyata dari potensi dan daya saing produk-produk mebel lokal. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan yang berfokus pada desain inovatif dan material berkelanjutan, terutama bambu dan rotan. Hal ini sejalan dengan komitmen global terhadap praktik-praktik produksi yang ramah lingkungan. Daftar industri mebel Bandung yang berpartisipasi meliputi:
- Artlite Studio
- Bambu Mas
- Banana Paper
- Elina Keramik
- ERLIG
- Fatchcraft
- Hasan Batik
- interDec
- Leoni Karpet
- L&D Artlamp
- Nicole's Natural
- Noekatun
- Rachipta Lestari
- Studio Dapur
- Studio Mahardika
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Reza, dan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, turut hadir dalam pembukaan IFEX 2025 pada Kamis, 6 Maret 2025. Kehadiran kedua pejabat tinggi pemerintah ini semakin menegaskan pentingnya sektor mebel dan kerajinan dalam perekonomian nasional. IFEX 2025 sendiri diikuti oleh 500 peserta pameran yang menampilkan lebih dari 5000 produk mebel dan kerajinan, menjadikannya sebagai ajang yang sangat kompetitif dan sekaligus peluang besar bagi para peserta.
Menurut Plt. Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurdin, IFEX 2025 menjadi kesempatan emas bagi industri mebel Bandung untuk menunjukkan kualitas dan inovasi produknya kepada pasar internasional. Ronny menekankan komitmen para peserta untuk menghadirkan produk-produk yang tidak hanya menarik dari segi desain, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi dampak negatif industri terhadap lingkungan.
Sementara itu, Anton Dwinanto, Koordinator Pelaku Usaha Kota Bandung, menyatakan bahwa IFEX 2025 bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga sebagai platform untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan nilai transaksi ekspor. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Disdagin Kota Bandung yang memfasilitasi partisipasi para pelaku usaha dalam ajang internasional ini. Keberhasilan IFEX 2024 yang menarik 13.730 pengunjung dari 117 negara menjadi motivasi bagi para peserta untuk meraih hasil yang serupa, bahkan lebih baik lagi di tahun ini.
Dengan partisipasi aktif dalam IFEX 2025, industri mebel Bandung berharap dapat memperkuat posisi Kota Bandung sebagai kota desain dan kota kreatif kelas dunia, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor mebel terhadap perekonomian nasional dan membuka peluang ekspor yang lebih luas ke pasar internasional. Keberhasilan pameran ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung dan sekaligus mengangkat citra produk Indonesia di mata dunia.