Arsitektur Inovatif Masjid Ar-Rahman: Simbol Harapan dan Penyelamat bagi Anak-Anak Asuhan di Mojokerto
Arsitektur Inovatif Masjid Ar-Rahman: Simbol Harapan dan Penyelamat bagi Anak-Anak Asuhan di Mojokerto
Di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berdiri sebuah masjid dengan desain arsitektur yang unik dan sarat makna, Masjid Ar-Rahman. Bangunan megah ini, yang menyerupai sebuah kapal pesiar, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol harapan dan wujud nyata dari komitmen untuk menyelamatkan anak-anak yang kurang beruntung. Berlokasi di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, masjid ini dibangun oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Vila Durian Doa Yatim Sejahtera, dan menjadi bagian integral dari kompleks panti asuhan tersebut.
Dengan luas bangunan mencapai 45x25 meter persegi, Masjid Ar-Rahman memiliki desain interior dan eksterior yang menawan. Mirip sebuah kapal pesiar yang gagah, bangunan ini dipenuhi jendela di sisi kanan dan kiri, menghadirkan suasana yang terang dan lapang. Keunikannya terletak pada ruang imam dan mimbar khatib di lantai dua, yang didesain menyerupai ruang kemudi kapal. Detail-detail autentik seperti setir kapal asli, kompas, monitor kemudi, jangkar, derek jangkar, dan lukisan lautan menghiasi ruangan ini, menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam bagi para jamaah. Desain ini melambangkan harapan agar masjid ini menjadi ‘bahtera penyelamat’ bagi anak-anak asuh yang memiliki beragam permasalahan sosial, mulai dari yatim piatu hingga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual.
Sementara itu, lantai dasar masjid difungsikan sebagai asrama putri dan balita, menyerupai lambung kapal yang berada di bawah permukaan laut. Area wudhu terletak di sisi kiri lantai dasar. Lantai tiga difungsikan sebagai aula serbaguna, sementara lantai empat dan lima diperuntukkan sebagai penginapan bagi tamu panti asuhan. Meskipun pembangunan lantai tiga hingga lima belum sepenuhnya rampung, masjid ini telah difungsikan secara optimal dan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi penghuni panti dan masyarakat sekitar.
Selama bulan Ramadan, masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para jamaah, baik dari LKSA maupun masyarakat sekitar, bahkan wisatawan yang penasaran dengan keunikan arsitekturnya. Berbagai kegiatan keagamaan berlangsung di sini, mulai dari salat lima waktu, salat Jumat, salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan keagamaan lainnya seperti pengajian, pembacaan burdah, dan buka puasa bersama.
Saat ini, LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera mengasuh 57 anak, terdiri dari 9 lansia dan 48 anak-anak yang memiliki latar belakang sosial yang beragam. Mereka adalah anak-anak yatim, piatu, korban pelecehan seksual, korban KDRT, dan anak-anak dari orang tua dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Gagasan pembangunan masjid unik ini berawal dari masukan Gus Amirul Mukminin dari Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, Lamongan. Beliau juga berperan besar dalam memotivasi Muhammad Mukhidin, Ketua LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera, untuk mendirikan panti asuhan tersebut. Pembangunan Masjid Ar-Rahman yang memakan biaya lebih dari Rp 2,5 miliar (tahun 2016-2021) ini masih terus berlanjut. Mukhidin berencana memperpanjang area salat untuk meningkatkan kapasitas masjid agar dapat menampung lebih banyak jamaah.
Masjid Ar-Rahman bukan hanya sebuah bangunan, melainkan simbol harapan dan komitmen untuk memberikan perlindungan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak asuh LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera. Keunikan arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri, namun di baliknya tersimpan makna mendalam tentang kasih sayang, perlindungan, dan harapan bagi masa depan yang lebih cerah.