Jayawijaya Bergerak Cepat: Satgas Penanggulangan Bencana Dibentuk untuk Atasi Banjir di 22 Distrik

Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, merespons cepat bencana banjir yang melanda 22 distrik dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana. Pembentukan satgas ini diinisiasi langsung oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, sebagai langkah strategis untuk mengkoordinasikan upaya penanganan banjir secara efektif dan efisien.

Bupati Athenius Murib menjelaskan bahwa banjir yang melanda wilayahnya telah berdampak signifikan pada sejumlah distrik, mulai dari Asotipo hingga Maima. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan konkret dalam membantu masyarakat yang terdampak.

Satgas Penanggulangan Bencana memiliki tugas utama untuk:

  • Melakukan pendataan secara komprehensif terhadap dampak banjir.
  • Mendistribusikan bantuan logistik kepada korban banjir.
  • Mengelola dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

Dalam rapat pembentukan Satgas, Bupati Athenius Murib menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia juga meminta kepada seluruh kepala distrik dan kepala kampung untuk segera melaporkan data akurat mengenai kondisi terkini di wilayah masing-masing.

"Kami meminta Kepala Distrik dan Kepala Kampung segera melaporkan kondisi terkini di wilayah mereka, sehingga bantuan dapat disalurkan tepat sasaran," tegas Bupati Athenius Murib.

Proses pendataan warga terdampak banjir di 22 distrik masih berlangsung, mengingat kondisi medan yang sulit dan wilayah yang luas. Pemerintah daerah memanfaatkan berbagai media komunikasi, termasuk aplikasi WhatsApp, untuk mempercepat pengumpulan data.

"Pendataan masih berlangsung karena kondisi medan yang sulit. Kepala Distrik dan Kampung diminta segera melaporkan data lengkap untuk menentukan langkah berikutnya," ujar Bupati Athenius Murib.

Intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak 10 April hingga 25 April 2025 menjadi penyebab utama banjir di Kabupaten Jayawijaya. Akibatnya, berbagai infrastruktur dan fasilitas publik, seperti pemukiman warga, perkantoran, sekolah, puskesmas, dan jalan raya, terendam banjir. Pemerintah daerah terus berupaya untuk memulihkan kondisi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam ini.

Satgas Penanggulangan Bencana diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam upaya penanganan banjir di Kabupaten Jayawijaya. Dengan koordinasi yang baik dan data yang akurat, bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dari dampak bencana.