Mencari Hidup Lebih Terjangkau: Pasangan Inggris Memilih Hanoi sebagai Rumah Baru

Mencari Hidup Lebih Terjangkau: Pasangan Inggris Memilih Hanoi sebagai Rumah Baru

Tingginya biaya hidup di Inggris, khususnya di kota-kota besar seperti London, telah mendorong banyak warga untuk mencari alternatif tempat tinggal yang lebih ekonomis. Salah satu contohnya adalah pasangan Celine Diffin dan Matthew, asal Armagh, Irlandia Utara, yang memutuskan untuk pindah ke Hanoi, Vietnam, dua tahun lalu bersama putri mereka yang masih berusia enam bulan. Keputusan ini didorong oleh perbedaan biaya hidup yang signifikan antara kedua negara, serta pengalaman yang lebih positif dalam hal keramahan penduduk lokal.

Sebelum pindah, pasangan ini merasakan tekanan finansial yang cukup besar di Inggris. Celine, yang berprofesi sebagai guru TK, menghabiskan sekitar £650 (sekitar Rp 12.870.000) per bulan hanya untuk menyewa kamar di sebuah asrama mahasiswa. Sementara itu, harga bahan makanan dan biaya makan di luar pun cukup tinggi. Berbeda dengan di Hanoi, di mana mereka kini menyewa sebuah apartemen dua kamar tidur dengan harga hanya £432 (sekitar Rp 8.553.600) per bulan. Lebih mengejutkan lagi, pengeluaran mingguan mereka untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk bensin, hanya mencapai £40 (sekitar Rp 792.000).

Perbedaan harga makanan sangat mencolok. Sebuah camilan sederhana seperti sandwich atau bánh mì hanya berharga sekitar £1 (sekitar Rp 19.800), sementara makan di restoran lokal pun tak lebih dari £2 (sekitar Rp 39.600). Celine menuturkan bahwa ketersediaan buah dan sayuran segar di Hanoi jauh lebih melimpah dan terjangkau dibandingkan di Inggris. Hal ini membuat mereka jarang memasak di rumah, lebih memilih untuk menikmati beragam kuliner lokal yang murah meriah. Ia bahkan mengaku merasa lebih santai dan memiliki lebih banyak waktu luang sejak pindah ke Vietnam.

Meskipun kehidupan di Hanoi menawarkan banyak keuntungan finansial, Celine mengakui adanya satu tantangan yang harus dihadapi, yaitu kualitas udara. Tingginya polusi udara di kota Hanoi menjadi satu-satunya hal yang sedikit mengganggu kehidupan mereka di sana. Namun, secara keseluruhan, pengalaman hidup di Vietnam telah memberikan dampak positif bagi keluarga ini. Keputusan mereka untuk pindah ke Hanoi mencerminkan tren global, di mana banyak orang mencari lokasi yang menawarkan keseimbangan antara biaya hidup yang terjangkau dan kualitas hidup yang baik. Vietnam, yang beberapa tahun terakhir masuk dalam daftar negara dengan biaya hidup paling terjangkau di dunia menurut Expat Insider, menjadi pilihan yang menarik bagi pasangan ini dan mungkin juga bagi banyak orang lainnya.

Berikut beberapa poin penting terkait perubahan gaya hidup pasangan ini:

  • Biaya Sewa: £650 (Inggris) vs £432 (Vietnam)
  • Belanja Mingguan: Tidak disebutkan secara spesifik di Inggris, namun signifikan lebih rendah di Vietnam (£40)
  • Harga Makan di Luar: Signifikan lebih rendah di Vietnam (£2)
  • Ketersediaan Bahan Makanan: Lebih melimpah dan terjangkau di Vietnam
  • Kualitas Udara: Lebih buruk di Vietnam (Hanoi)
  • Kualitas Hidup: Lebih santai dan lebih banyak waktu luang di Vietnam