OJK Perkuat Fondasi Pasar Modal di Tengah Arus Kapital Global, Jaga Kepercayaan Investor

OJK Perkuat Fondasi Pasar Modal di Tengah Arus Kapital Global, Jaga Kepercayaan Investor

Aliran modal asing yang dinamis, baik masuk maupun keluar Indonesia, menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika pasar keuangan global. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan menarik investasi jangka panjang di tengah fluktuasi tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), Inarno Djajadi, menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat dan sektor keuangan yang stabil. Hal ini diperkuat pula oleh kebijakan proaktif yang diterapkan pemerintah dan regulator.

Pemerintah dan otoritas terkait, termasuk OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan LPS, secara sinergis mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar dan memikat investor. Upaya ini meliputi beberapa strategi kunci, antara lain:

  • Peningkatan Likuiditas Pasar: Langkah-langkah konkret diambil untuk memastikan likuiditas pasar tetap terjaga, sehingga investor merasa nyaman bertransaksi.
  • Penguatan Tata Kelola Perusahaan: OJK fokus pada peningkatan standar tata kelola perusahaan yang baik (GCG) guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, menarik minat investor yang mengutamakan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
  • Peningkatan Transparansi: Keterbukaan informasi dan transparansi menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan investor dan mengurangi ketidakpastian pasar.
  • Promosi Pasar Modal Indonesia: Kampanye intensif dilakukan untuk mempromosikan pasar modal Indonesia sebagai destinasi investasi yang menjanjikan bagi investor domestik dan internasional, menyoroti potensi pertumbuhan dan peluang investasi yang tersedia.

Meskipun volatilitas jangka pendek merupakan karakteristik inheren pasar global dan tak dapat sepenuhnya dihindari, OJK optimistis bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik. Kepercayaan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, reformasi struktural yang berkelanjutan, dan berbagai peluang investasi yang menjanjikan di berbagai sektor. Fokus utama OJK, menurut Inarno, adalah menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kepercayaan investor, dan memastikan perkembangan pasar modal Indonesia yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 18,15 poin (0,27 persen) pada level 6.636,00 pada perdagangan Jumat, 7 Maret 2025, menunjukan peningkatan 5,83 persen dalam sepekan.

Langkah-langkah komprehensif yang diambil oleh OJK dan pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk membangun pasar modal yang tangguh dan mampu menghadapi dinamika pasar global. Dengan fokus pada transparansi, tata kelola yang baik, dan peningkatan likuiditas, Indonesia berupaya untuk menarik investasi jangka panjang dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.