Rekayasa Lalu Lintas Matraman Diberlakukan Hingga 2026 Demi Kelancaran Pembangunan LRT

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan implementasi rekayasa lalu lintas di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan pembangunan proyek strategis, yaitu LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai.

Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Matraman, terutama pada jam-jam sibuk, menjadi salah satu pertimbangan utama. Rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kemacetan dan memberikan ruang yang lebih aman bagi pekerja konstruksi.

Rekayasa lalu lintas ini akan dimulai pada tanggal 27 April 2025 dan direncanakan berlangsung hingga 31 Mei 2026. Selama periode ini, akan ada perubahan signifikan pada alur lalu lintas di beberapa titik strategis di kawasan Matraman.

Tujuan utama dari rekayasa lalu lintas ini adalah untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan dan sekaligus mendukung kelancaran proses konstruksi. Saat ini, progres pembangunan LRT Fase 1B telah mencapai 51,34 persen. Meskipun demikian, proyek ini tetap menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu yang dapat mempengaruhi jadwal pekerjaan.

Detail Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan pekerjaan konstruksi di sisi selatan Flyover Pramuka, Matraman. Pola contraflow akan diterapkan dengan memanfaatkan jalur Transjakarta.

Berikut adalah rincian pengalihan arus lalu lintas:

  • Simpang Jalan Matraman – Jalan Salemba – Jalan Pramuka:

    • Penutupan jalan di sisi selatan flyover.
    • Pengalihan lalu lintas ke jalur contraflow di koridor Transjakarta sisi utara flyover.
    • Kendaraan dari arah Salemba Raya menuju Manggarai juga dialihkan melalui jalur contraflow Transjakarta sisi utara.
  • Simpang Jalan Proklamasi – Jalan Tambak:

    • Arus lalu lintas dari arah barat (Manggarai) ke timur (Pulogadung) dan ke selatan (Kampung Melayu) dialihkan belok kiri langsung ke Jalan Proklamasi–Jalan Penataran.
    • Putar balik di Jalan Penataran, lalu kembali ke Jalan Proklamasi melalui Jalan Diponegoro.
  • Jalan Proklamasi Menuju Barat (Arah Manggarai):

    • Kendaraan dari utara (Jalan Proklamasi) diharuskan lurus dan putar balik di atas underpass Matraman.
    • Menggunakan contraflow di sisi utara flyover menuju Manggarai.
  • Penutupan Putar Balik di Depan Tugu Proklamasi:

    • Putar balik di sisi timur Tugu Proklamasi akan ditutup sementara.
    • Pengguna jalan yang ingin berbalik arah diimbau mencari alternatif putar balik di titik-titik yang telah disediakan.

Tahapan Pengerjaan Proyek LRT Jakarta Fase 1B

Berikut adalah rincian waktu pengerjaan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai:

  • Pengerjaan Bored Viaduct: 27 April 2025 – 11 Juni 2025
  • Pengerjaan Pilecap Viaduct: 12 Juni 2025 – 13 Oktober 2025
  • Pengerjaan Pier Viaduct: 11 Juli 2025 – 3 November 2025
  • Pengerjaan Pier Head Viaduct : 12 Juli 2025 – 5 November 2025
  • Pengerjaan Erection PCU Girder: 6 November 2025 – 7 Januari 2026
  • Pengerjaan Slabdeck: 7 Januari 2026 – 12 April 2026
  • Pengerjaan Parapet: 30 Januari 2026 – 31 Mei 2026

Imbauan Bagi Pengguna Jalan

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari ruas-ruas jalan yang terdampak rekayasa selama periode pekerjaan berlangsung. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan kerjasama dan kesadaran dari semua pihak, diharapkan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dapat berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu, memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Jakarta.