Aksi Pemerasan Anak Jalanan Resahkan Pengguna Jalan di Bangkalan

Aksi sejumlah anak jalanan (anjal) di perempatan Jalan Raya Petapan, Kecamatan Labang, Bangkalan, Jawa Timur, yang menjadi akses menuju Jembatan Suramadu, semakin meresahkan para pengguna jalan. Para anjal ini dilaporkan kerap meminta uang secara paksa, bahkan tak jarang melakukan tindakan yang mengganggu dan membuat tidak nyaman.

Seorang pengendara mobil bernama Hidayat (42), warga Sidoarjo, mengungkapkan keresahannya terkait perilaku anjal tersebut. Ia mengaku seringkali mendapati kaca mobilnya digedor-gedor dengan keras saat berhenti di lampu merah perempatan Jalan Raya Petapan. "Setiap pagi dan sore saya lewat sana. Begitu berhenti di lampu merah, mereka langsung datang. Macam-macam caranya, ada yang membawa kemoceng, ada juga yang membawa lap," ujarnya.

Menurut Hidayat, para anjal itu biasanya langsung menghampiri mobilnya dan mulai mengelap kaca depan. Setelah itu, mereka meminta uang dengan paksa, bahkan tak jarang disertai dengan gedoran keras di kaca mobil. "Ini bukan hanya sekali dua kali terjadi. Hampir setiap kali saya lewat sana, saya mengalami hal serupa. Kalau tidak diberi uang, mereka terus menggedor kaca dan memaki," imbuhnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Ilham (27), seorang pengendara motor asal Kecamatan Klampis, Bangkalan. Saat melintas di perempatan Jalan Raya Petapan, ia didatangi oleh seorang anjal yang meminta uang. "Saya tidak memberikan uang, lalu dia tetap berdiri di dekat motor saya sambil memaki dengan kata-kata kasar," jelasnya.

Merespon keluhan masyarakat, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan, Moh Hasbullah, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan razia di lokasi tersebut. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang anjal yang sedang beraksi. "Dari hasil operasi kemarin, kami berhasil mengamankan dua orang anjal, satu perempuan dan satu laki-laki," ungkapnya.

Kedua anjal tersebut kemudian dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk mendapatkan pembinaan. Hasbullah juga membenarkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan anjal di perempatan jalan tersebut. Pengguna jalan merasa terganggu dan tidak nyaman saat melintasi area tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, Satpol PP Bangkalan berencana meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anjal. Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan personel Satpol PP di titik-titik rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. "Nantinya, kami akan menempatkan anggota di lokasi-lokasi yang sering terdapat anjal. Selain itu, kami juga akan melakukan patroli secara rutin," jelasnya.

Hasbullah menambahkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan razia dan telah menjaring sedikitnya 20 orang anjal. Para anjal yang terjaring akan didata dan kemudian diserahkan ke Dinsos Bangkalan, yang selanjutnya akan membawanya ke Liponsos Surabaya. "Usia mereka berkisar antara 25 hingga 40 tahun. Kebanyakan dari mereka bukan warga Bangkalan, biasanya mereka datang dari arah Suramadu," pungkasnya.

Berikut adalah daftar tindakan yang akan dilakukan oleh Satpol PP Bangkalan:

  • Meningkatkan patroli di lokasi rawan
  • Menempatkan personel di titik-titik rawan
  • Melakukan razia rutin
  • Mendata dan menyerahkan anjal ke Dinsos Bangkalan