Ribuan Warga Baduy Siap Laksanakan Ritual Seba Tahunan ke Rangkasbitung dan Serang

Ribuan Warga Baduy Akan Lakukan Ritual Seba

Tradisi Seba Baduy, sebuah ritual tahunan yang sakral, akan kembali dilaksanakan oleh masyarakat Baduy. Diperkirakan sekitar 1.750 warga Baduy dari berbagai wilayah akan berpartisipasi dalam perjalanan spiritual ini. Tujuan utama mereka adalah mengunjungi Pemerintah Kabupaten Lebak di Rangkasbitung dan Pemerintah Provinsi Banten di Kota Serang.

Kepala Desa Kanekes, Oom, mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan Seba Gede (Seba Besar), yang ditandai dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari biasanya. "Jumlah pendaftar saat ini sudah mencapai 1.750 orang, dan kemungkinan masih akan bertambah," ujarnya.

Ritual Seba ini akan melibatkan sekitar 100 orang Baduy Dalam, yang dikenal dengan kesederhanaan dan ketaatan mereka pada adat istiadat. Selain itu, ribuan warga Baduy Luar juga akan turut serta, membawa serta hasil bumi dan kerajinan tangan sebagai persembahan.

Pelaksanaan Seba akan dimulai pada tanggal 2 Mei di Rangkasbitung, kemudian dilanjutkan pada tanggal 3 Mei di Kota Serang. Masyarakat Baduy saat ini tengah sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan yang akan dibawa selama ritual Seba. Persiapan meliputi pembuatan gula aren, laksa, serta pengumpulan hasil bumi seperti beras dan pisang. Hasil bumi ini akan dipersembahkan kepada kepala daerah sebagai simbol penghormatan dan harapan akan kesejahteraan.

Perbedaan antara Seba Gede dan Seba Leutik (Seba Kecil) terletak pada jumlah peserta dan tambahan barang bawaan. Pada Seba Gede, masyarakat Baduy membawa alat masak sebagai tambahan persembahan kepada kepala daerah. Hal ini melambangkan harapan agar pemerintah daerah dapat terus memperhatikan dan mendukung kehidupan masyarakat Baduy.

Ritual Seba bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Bagi masyarakat Baduy, Seba merupakan wujud syukur atas hasil panen yang melimpah, serta harapan akan keberkahan dan perlindungan di masa depan. Melalui Seba, masyarakat Baduy mempererat tali silaturahmi dengan pemerintah daerah dan masyarakat luas, serta melestarikan tradisi luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Berikut adalah beberapa persiapan yang dilakukan warga Baduy untuk melaksanakan Ritual Seba:

  • Membuat gula aren
  • Membuat laksa
  • Mengumpulkan hasil bumi berupa beras dan pisang
  • Menyiapkan alat masak (khusus untuk Seba Gede)

Ritual Seba merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan budaya masyarakat Baduy. Melalui ritual ini, mereka menjaga keseimbangan alam, memperkuat solidaritas sosial, dan melestarikan warisan leluhur. Semoga ritual Seba tahun ini dapat berjalan lancar dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat.