Terpuruk di Serie A, Taktik Inzaghi Jadi Sorotan Usai Kekalahan Inter dari AS Roma
Inter Milan kembali menelan pil pahit setelah dikalahkan AS Roma dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan Serie A yang digelar di Giuseppe Meazza, Minggu (27/4/2025). Kekalahan ini menambah daftar hasil buruk Nerazzurri, menjadi yang ketiga secara beruntun di semua kompetisi.
Sebelumnya, skuad Simone Inzaghi takluk 0-1 dari Bologna di liga dan dibantai 0-3 oleh rival sekota, AC Milan, di ajang Coppa Italia. Rentetan hasil negatif ini memicu pertanyaan besar mengenai mentalitas dan semangat juang para pemain Inter, serta efektivitas strategi yang diterapkan sang pelatih.
Sorotan tajam tertuju pada kemampuan Inter untuk bangkit setelah tertinggal. Menurut pengamat sepak bola, Lautaro Martinez dan rekan-rekannya tampak kehilangan arah dan gagal menunjukkan respons yang memadai setelah kebobolan gol dari Matias Soule di menit ke-22.
Eks pemain Italia, Paolo Di Canio, secara terbuka mengkritik kemampuan Simone Inzaghi dalam membangkitkan motivasi para pemain. Di Canio menilai hal ini sebagai salah satu kelemahan utama Inzaghi.
"Jika ini adalah performa terbaik yang bisa ditampilkan Inter, dengan dua pertandingan berat melawan Barcelona di depan mata, mereka akan kesulitan meraih hasil positif melawan tim mana pun," ujar Di Canio kepada Sky Sport.
Di Canio menambahkan, masalah Inter bukan hanya soal fisik, tetapi juga motivasi. Ia membandingkan Inzaghi dengan pelatih lain yang memiliki kemampuan lebih baik dalam membangkitkan semangat juang tim. Menurutnya, Inzaghi memang piawai dalam merancang gaya bermain yang menarik, tetapi kurang dalam hal manajemen tim.
"Ada pelatih yang tahu bagaimana caranya menyuntikkan motivasi, dan ada pelatih seperti Inzaghi yang sangat bagus di aspek lain, seperti gaya main. Simone membuat kita senang dengan sepak bolanya, tapi ada masalah manajemen," lanjutnya.
Kekalahan ini berdampak signifikan pada posisi Inter di klasemen Serie A. Mereka harus rela digusur oleh Napoli dari puncak klasemen dan kini tertinggal tiga poin dengan hanya empat pertandingan tersisa. Peluang Inter untuk meraih gelar juara semakin menipis, dan tekanan terhadap Inzaghi semakin besar.
Berikut adalah poin-poin yang menjadi sorotan:
- Kekalahan Beruntun: Inter menderita tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi.
- Mentalitas Tim: Semangat juang dan kemampuan Inter untuk bangkit setelah tertinggal dipertanyakan.
- Peran Inzaghi: Kemampuan Simone Inzaghi dalam memotivasi pemain menjadi sorotan.
- Posisi Klasemen: Inter digusur Napoli dari puncak klasemen Serie A.
- Peluang Juara: Peluang Inter untuk meraih gelar juara semakin menipis.