Harga Cabai Rawit Nasional Alami Penurunan Setelah Lebaran, Namun Masih di Atas HAP
Setelah mengalami fluktuasi harga yang signifikan, terutama menjelang dan selama periode Lebaran 2025, harga cabai rawit di tingkat nasional menunjukkan tren penurunan. Data terbaru dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang dihimpun hingga 25 April 2025, mengindikasikan adanya penurunan harga cabai rawit di pasaran.
Deputi II KSP, Edy Priyono, menyampaikan dalam rapat inflasi yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri RI, bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kecenderungan penurunan harga cabai rawit merah. Pada 6 Maret 2025, harga rata-rata cabai rawit nasional sempat mencapai puncaknya di angka Rp 90.000 per kilogram. Kemudian, pada periode 8-14 April, harga berangsur-angsur turun dan berada di rentang Rp 80.000 hingga Rp 75.000 per kilogram. Hingga 25 April, harga rata-rata cabai rawit tercatat sebesar Rp 74.600 per kilogram.
"Dibandingkan bulan lalu, ada penurunan harga sekitar 9,47 persen, tetapi harganya masih di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 57.000 per kilogram," jelas Edy.
Meskipun terjadi penurunan, disparitas harga cabai rawit antarprovinsi masih cukup tinggi. Provinsi Papua Selatan, Maluku, dan Papua Tengah mencatatkan harga cabai rawit tertinggi, berkisar antara Rp 105.000 hingga Rp 120.000 per kilogram. Sementara itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan harga cabai rawit terendah, yaitu Rp 44.424 per kilogram.
Menanggapi disparitas harga ini, Edy menyarankan agar daerah-daerah yang memiliki surplus pasokan cabai rawit dapat mendistribusikannya ke daerah-daerah yang kekurangan pasokan. Hal ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga di daerah penerima dan memberikan keuntungan bagi daerah penghasil.
"Di satu sisi, daerah penghasil bisa terbantu supaya harga stabil. Untuk daerah yang sedikit ini bisa terbantu dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Tentu saja diperhitungkan biaya angkut, distribusi, dan sebagainya," imbuh Edy.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, juga menyampaikan bahwa harga rata-rata cabai nasional mulai menunjukkan penurunan setelah Lebaran 2025. Penurunan harga ini juga terjadi pada komoditas lain, seperti cabai merah keriting, yang sempat mengalami kenaikan akibat kurangnya suplai dari petani dan faktor cuaca buruk.
"Ada komoditas pangan seperti cabai rawit yang memang mengalami kenaikan, tapi hari ini (Sabtu) menunjukkan ada penurunan seiring momentum Lebaran," kata Arief dalam keterangannya pada 5 April 2025.
Data panel harga Badan Pangan Nasional pada 4 April 2025 menunjukkan bahwa rata-rata harga nasional cabai rawit merah di tingkat konsumen adalah Rp 86.135 per kilogram, turun sekitar 7,87 persen dari harga rata-rata pada 2 April 2025 yang sebesar Rp 93.492 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah keriting juga mengalami penurunan sekitar 8,49 persen, dari Rp 67.297 per kilogram pada 2 April 2025 menjadi Rp 61.583 per kilogram pada 4 April.