Kreasi Warga Binaan Lapas Wonreli: Ikat Pinggang Tanduk Kerbau yang Memikat Pasar

Karya Kreatif Warga Binaan Lapas Wonreli Unjuk Gigi di Bazar dan Festival

Ikat pinggang unik berbahan tanduk kerbau, hasil kreasi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli, Maluku Barat Daya, menjadi daya tarik utama dalam serangkaian bazar dan festival seni produk penjara. Produk kerajinan tangan ini berhasil mencuri perhatian pengunjung, membuktikan bahwa kreativitas dapat tumbuh subur bahkan di balik jeruji besi.

Dalam sebuah bazar yang diadakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon, ikat pinggang tanduk kerbau ini menjadi primadona. Gaya maskulin dengan dominasi warna hitam memberikan kesan eksklusif pada aksesori ini. Max Latukolan, perwakilan dari Lapas Wonreli, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung terhadap produk mereka sangat tinggi.

"Kami melihat potensi besar pada tanduk kerbau yang seringkali terbuang sia-sia setelah proses penyembelihan. Melalui tangan-tangan terampil warga binaan, tanduk kerbau diubah menjadi produk bernilai jual tinggi," ujar Latukolan.

Kreativitas warga binaan tidak berhenti pada ikat pinggang. Mereka juga menghasilkan gelang dan cincin dari bahan yang sama. Keunikan produk-produk ini terletak pada detail pengerjaan dan pemanfaatan material lokal.

Proses Pembuatan yang Membutuhkan Ketelitian

Proses pembuatan sebuah ikat pinggang tanduk kerbau membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, tergantung pada kepadatan kegiatan warga binaan. Bagian gesper atau kepala ikat pinggang dikerjakan dengan sangat teliti, sementara bagian sabuknya dikombinasikan dengan bahan kayu pilihan. Ketersediaan tanduk kerbau menjadi faktor utama dalam produksi, karena bahan baku diperoleh dari kerbau yang telah disembelih.

Pemasaran yang Efektif Melalui Media Sosial

Pemasaran produk-produk Lapas Wonreli dilakukan secara online melalui platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. Jangkauan pemasaran tidak hanya terbatas di Maluku, tetapi juga merambah ke berbagai wilayah di Indonesia. Harga jual ikat pinggang berkisar antara Rp 350.000 hingga Rp 500.000, tergantung pada model dan tingkat kerumitan pengerjaan.

"Harga yang kami tawarkan relatif terjangkau, sehingga banyak pembeli yang menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi," ungkap Latukolan.

Karya Warga Binaan Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

Produk-produk unggulan Lapas Wonreli juga berpartisipasi dalam Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPA Fest) 2025 di Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bukti pengakuan atas kualitas dan kreativitas warga binaan.

Herliadi, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, mengapresiasi karya-karya warga binaan yang dihasilkan dengan sumber daya terbatas. Ia berharap bahwa pameran ini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan memberikan bekal bagi warga binaan untuk berkarya secara mandiri setelah bebas.

Daftar Produk yang Ditawarkan

Berikut adalah daftar produk yang ditawarkan oleh warga binaan Lapas Kelas III Wonreli:

  • Ikat Pinggang Tanduk Kerbau (Aksen Gesper)
  • Ikat Pinggang Tanduk Kerbau (Full Tanduk)
  • Gelang Tanduk Kerbau
  • Cincin Tanduk Kerbau