JPO Cakung Rusak: Warga Nekat Melintas Demi Keselamatan dari Lalu Lintas Padat

Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Cakung, Jakarta Timur, yang mengalami kerusakan akibat hilangnya sejumlah besi penyangga, ternyata tidak menyurutkan niat warga untuk tetap menggunakannya. Alasan utama mereka adalah menghindari bahaya lalu lintas kendaraan berat yang melintas dengan kecepatan tinggi di Jalan Raya Bekasi.

Nisa, seorang pedagang nasi di sekitar lokasi JPO, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi jembatan memprihatinkan dan tanpa pengaman yang memadai, banyak warga yang masih nekat melintas. "Besi-besinya sudah lama hilang dicuri. Meski berbahaya karena tidak ada pembatas, warga tetap saja menyeberang di sini," ujarnya.

Senada dengan Nisa, Adi, seorang pemilik toko kelontong di dekat JPO, membenarkan bahwa beberapa warga masih menggunakan JPO yang rusak tersebut. Ia menjelaskan bahwa risiko tertabrak kendaraan besar menjadi pertimbangan utama warga memilih JPO meski dalam kondisi tidak ideal. "Kalau lewat bawah, ngeri sama mobil gede," katanya.

Kabar baiknya, perbaikan JPO Cakung telah dimulai sejak Minggu lalu. Menurut Adi, sebelum perbaikan dimulai, area JPO ditutup dengan pita kuning untuk mencegah warga melintas. Ia menyambut baik upaya perbaikan ini, dengan harapan JPO yang lebih aman dan nyaman dapat segera digunakan oleh masyarakat.

Pemerintah Kota Jakarta melalui Dinas Bina Marga, menargetkan perbaikan JPO Tipar Cakung akan memakan waktu satu hingga dua bulan. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga Jakarta, Wiwik Wahyuni, menjelaskan bahwa saat ini JPO belum dapat digunakan karena masih dalam tahap perbaikan intensif.

"Kami telah memulai pengerjaan perbaikan JPO Tipar di Cakung, Jakarta Timur. Kami perkirakan perbaikan ini akan memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan," ujar Wiwik.

Wiwik menambahkan bahwa perbaikan ini dilakukan agar JPO dapat segera beroperasi secara optimal dan memberikan keamanan serta kenyamanan bagi pejalan kaki. Selain JPO Cakung, Dinas Bina Marga juga berencana melakukan perbaikan serupa pada beberapa JPO lainnya di wilayah Jakarta.