Kereta Cepat Whoosh Layani 62 Perjalanan Harian, Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Ramadan dan Libur Sekolah
Kereta Cepat Whoosh Tingkatkan Frekuensi Perjalanan
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengumumkan peningkatan signifikan dalam frekuensi perjalanan kereta cepat Whoosh. Mulai Februari 2025, kereta cepat ini beroperasi sebanyak 62 perjalanan per hari, dengan keberangkatan setiap 30 menit sekali. Hal ini bertujuan untuk memberikan pilihan jadwal yang lebih fleksibel kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kemacetan lalu lintas di jalur darat Jakarta-Bandung. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa peningkatan frekuensi ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan perjalanan pulang pergi dengan lebih efisien, misalnya untuk menghadiri acara buka bersama atau perjalanan singkat lainnya tanpa terhambat waktu.
Pola Perjalanan Penumpang Selama Ramadan
KCIC telah mengamati pola perjalanan penumpang Whoosh selama bulan Ramadan menunjukkan tren yang unik. Eva Chairunisa menuturkan bahwa mayoritas pemesanan tiket terkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu, seperti mendekati waktu berbuka puasa dan salat Tarawih, atau pada kereta pertama yang jadwalnya paling dekat dengan waktu imsak. Lebih rinci, untuk keberangkatan dari Stasiun Halim, jadwal keberangkatan pukul 06.25 WIB menjadi favorit di pagi hari, sementara pada sore hari, pilihan penumpang banyak tertuju pada keberangkatan pukul 16.00 hingga 17.25 WIB. Sebaliknya, penumpang dari Bandung cenderung memilih jadwal keberangkatan pagi pukul 06.05 hingga 07.05 WIB dan malam hari pukul 20.35 hingga 21.25 WIB.
Fasilitas dan Layanan Ramah Ramadan
KCIC berkomitmen untuk memberikan layanan yang nyaman bagi penumpang selama bulan Ramadan. Pihak KCIC telah menerapkan sejumlah langkah untuk mengakomodir kebutuhan penumpang yang sedang berpuasa. Salah satunya adalah pengumuman waktu berbuka puasa di dalam kereta, serta memperbolehkan penumpang untuk makan dan minum di dalam kereta dengan catatan tetap menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Komitmen ini menunjukkan upaya KCIC untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan.
Antisipasi Lonjakan Penumpang di Masa Libur
Menjelang masa libur sekolah dan libur bersama, serta dengan diterapkannya kebijakan work from anywhere (WFA) oleh pemerintah, KCIC memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang. Untuk mengantisipasi hal ini, KCIC telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk menambah jumlah petugas layanan di stasiun. Dengan waktu tempuh hanya sekitar 30-40 menit antara Jakarta dan Bandung, KCIC meyakini kereta cepat Whoosh dapat menjadi solusi transportasi yang efisien dan nyaman, memberikan waktu lebih kepada penumpang untuk beribadah atau beraktivitas lainnya.
Kesimpulan
Dengan peningkatan frekuensi perjalanan hingga 62 kali sehari dan berbagai adaptasi layanan selama Ramadan dan periode liburan, KCIC menunjukkan komitmennya untuk memberikan layanan transportasi kereta cepat yang handal, efisien, dan nyaman bagi masyarakat. Strategi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam mendorong konektivitas antar kota besar di Indonesia.