AS Roma Bangkit dari Krisis, Bidik Dua Kompetisi

AS Roma Bangkit dari Krisis, Bidik Dua Kompetisi

Setelah melewati periode sulit di awal musim 2024/2025, AS Roma menunjukkan kebangkitan signifikan dan kini menatap optimis masa depan. Pergantian pelatih dan serangkaian hasil negatif di awal musim sempat membuat klub ibukota Italia ini terpuruk. Namun, dengan penunjukan Claudio Ranieri pada November 2024, I Lupi perlahan tapi pasti menemukan kembali ritme permainan mereka dan menunjukkan peningkatan performa yang konsisten.

Pergantian nahkoda di kursi kepelatihan menjadi titik balik bagi Roma. Awalnya, pemecatan Daniele De Rossi setelah hanya empat pertandingan dan penunjukan Ivan Juric sebagai penggantinya tidak membuahkan hasil positif. Namun, kedatangan Ranieri membawa angin segar. Di bawah arahannya, Roma menunjukkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan catatan impresif: tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di Serie A dan tujuh laga beruntun di semua kompetisi. Puncaknya, kemenangan 2-1 atas Athletic Bilbao di leg pertama babak 16 besar Liga Europa menjadi kemenangan kelima beruntun bagi Paulo Dybala dan kawan-kawan di semua kompetisi. Kemenangan ini menjadi bukti nyata kebangkitan Roma dari keterpurukan.

Kendati demikian, perjalanan Roma masih panjang. Di kancah domestik, Giallorossi masih berjuang untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen Serie A. Saat ini, mereka berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 43 poin, tertinggal empat poin dari zona kualifikasi kompetisi Eropa musim depan. Tantangan untuk menembus zona Eropa masih berat, namun semangat juang para pemain dan manajemen tetap tinggi.

Direktur AS Roma, Florent Ghisolfi, dalam wawancara dengan Sky Sport Italia mengungkapkan optimismenya. "Kami sudah melewati badai, kami harus akui itu, tapi kami bekerja keras dan tidak pernah menyerah," ujarnya. Ghisolfi menambahkan, "Situasinya sekarang sudah membaik, kami harus melanjutkannya karena kami belum meraih apa-apa dan ingin main di dua kompetisi ini dengan 100 persen kemampuan kami. Kami lapar dan tahu apa yang kami inginkan." Pernyataan ini mencerminkan tekad Roma untuk terus berjuang dan mencapai target di kedua kompetisi yang mereka ikuti, yaitu Serie A dan Liga Europa.

Keberhasilan Roma bangkit dari keterpurukan ini menjadi bukti mentalitas juara yang dimiliki tim. Mereka berhasil mengatasi berbagai tantangan, mulai dari pergantian pelatih hingga tekanan hasil yang kurang memuaskan. Kini, Roma siap menatap masa depan dengan penuh kepercayaan diri, bertekad untuk meraih prestasi terbaik di sisa musim ini. Pertandingan-pertandingan ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi permainan dan mentalitas tim asuhan Claudio Ranieri.

Capaian Positif AS Roma: * Tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di Serie A. * Tak terkalahkan dalam 7 pertandingan terakhir di semua kompetisi. * Menang 5 pertandingan secara beruntun di semua kompetisi. * Kemenangan 2-1 atas Athletic Bilbao di Liga Europa.