Reza Rahadian: Perjalanan 20 Tahun, dari Kritik Pedas hingga Penerimaan Diri

Aktor Reza Rahadian, yang telah menorehkan namanya di industri perfilman Indonesia selama dua dekade, kini berbagi pandangannya mengenai bagaimana ia menghadapi kritik dan komentar negatif sepanjang kariernya. Dalam usia 38 tahun, Reza mengaku telah menemukan cara untuk menyikapi berbagai macam kritikan yang kerap muncul, terutama di dunia maya.

Reza mengungkapkan bahwa dulu, ia cenderung menanggapi kritikan secara personal dan emosional. Namun, seiring berjalannya waktu, ia belajar untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap komentar yang datang. Ia bahkan mengakui bahwa beberapa kritik justru menjadi bahan refleksi diri yang berharga. Aktor yang dikenal lewat berbagai peran ikoniknya ini, menyadari bahwa tidak semua masukan bersifat negatif, dan ada kalanya kritik tersebut mengandung kebenaran yang dapat membantunya berkembang.

"Ada beberapa kritik yang kita harus secara jujur, menyikapinya bahwa nggak salah sih. Masukan itu ada benarnya juga," ujar Reza usai peluncuran program Dua Dasarasa di Bentara Budaya Jakarta.

Bagi Reza, komentar-komentar pedas dari para haters adalah bagian dari perjalanan panjang seorang figur publik. Ia kini memilih untuk berdamai dengan hal tersebut dan menanggapinya dengan lebih santai. Perubahan sikap ini, menurutnya, adalah hasil dari proses panjang dan pengalaman yang telah ia lalui selama bertahun-tahun.

Dalam rangka merayakan 20 tahun kariernya, Reza Rahadian meluncurkan program "Refleksi Dua Dasarasa". Program ini merupakan hasil kolaborasinya dengan Program Direktur Dua Dasarasa, Inet Leimena, dan akan menghadirkan serangkaian acara sepanjang tahun. Beberapa acara yang telah direncanakan meliputi:

  • Peluncuran Buku "Mereka yang Pertama": Bekerja sama dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU), buku ini akan tersedia di toko buku mulai 7 Mei 2025.
  • Pameran Seni Instalasi "Eudaimonia": Pameran ini akan menjadi bagian dari ARTJOG 2025 dan akan digelar pada 20 Juni di Yogyakarta.
  • Peluncuran Film "Pangku": Film ini menandai debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang. "Pangku" juga akan dibawa ke dua festival film internasional dan berkolaborasi dengan Jakarta Film Week 2025 dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2025.
  • Pementasan Monolog "Dua Dasarasa": Naskah monolog ini ditulis oleh Agus Noor dan akan dipentaskan pada bulan Desember.