Penguatan Ekonomi Perbatasan: BNPP Dorong Pembangunan Pelabuhan Ekspor-Impor di Sambas

Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bersama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia, tengah menyusun serangkaian strategi komprehensif untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan Sambas-Malaysia. Inisiatif ini difokuskan pada penguatan sektor ekonomi, peningkatan ketahanan pangan, dan perluasan akses pendidikan.

Inisiatif strategis ini mengemuka dalam pertemuan antara Sekretaris BNPP, Komjen Pol Makhruzi Rahman, dengan Bupati Sambas, Satono, pada Senin, 28 April 2025. Audiensi ini menjadi platform untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.

Percepatan Pembangunan Pelabuhan Ekspor-Impor

Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Makhruzi adalah kebutuhan mendesak akan pelabuhan ekspor-impor di Kabupaten Sambas. Ketiadaan fasilitas tersebut dianggap sebagai hambatan signifikan bagi kemajuan perdagangan lintas negara. Padahal, Sambas memiliki potensi besar di sektor pertanian, dengan komoditas unggulan seperti cabai, bawang, dan sayuran yang memiliki daya saing tinggi.

"Potensi pertanian Sambas sangat menjanjikan. Dengan adanya akses ekspor yang memadai, komoditas-komoditas ini dapat menjadi andalan di pasar internasional," ungkap Makhruzi.

BNPP berencana untuk mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Perdagangan guna mempercepat pengoperasian Terminal Barang Internasional (TBI) di Sambas. Proses penyusunan regulasi TBI akan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, Imigrasi, serta unsur TNI/Polri. Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan efisiensi proses ekspor-impor.

"TBI akan menjadi pusat vital dalam meningkatkan aktivitas perdagangan lintas negara di wilayah perbatasan," tegasnya.

Lebih lanjut, Makhruzi menjelaskan bahwa operasionalisasi TBI sangat penting untuk mendukung fungsi Pos Lintas Batas Negara (PLBN), baik tipe A maupun tipe B, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dukungan Penuh untuk Akses Pendidikan

Selain sektor ekonomi, BNPP juga memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan akses pendidikan di wilayah perbatasan. Salah satu wujud dukungan tersebut adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat, yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi masyarakat perbatasan. Selain itu, rencana pendirian Politeknik Universitas Pertahanan (Unhan) di Sambas juga mendapatkan dukungan penuh dari BNPP.

"Politeknik ini akan fokus pada pengembangan sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dari masyarakat perbatasan," jelas Makhruzi.

Makhruzi juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sambas atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai selaras dengan program nasional dalam membangun fondasi kesehatan bagi generasi penerus bangsa.

"Program MBG bukan hanya tentang pemberian makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan," ujarnya.

BNPP dan Pemerintah Kabupaten Sambas berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk mempercepat realisasi program-program strategis guna mewujudkan kawasan perbatasan yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

"Pertemuan ini merupakan langkah konkret dalam sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan Indonesia," pungkas Makhruzi.