Bank Mandiri Investasikan Rp3 Triliun untuk Perkuat Fondasi Digital

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem digital dengan mengalokasikan dana sebesar Rp3 triliun. Investasi modal ini ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas internal perusahaan, memperkuat sistem keamanan, dan menjamin keandalan platform digital yang dimiliki.

Direktur Information Technology Bank Mandiri, Timothy Utama, menyampaikan bahwa alokasi belanja modal ini akan difokuskan pada penguatan layanan digital unggulan, termasuk Kopra Mandiri, Livin' by Mandiri, dan Livin' Merchant. Pengembangan teknologi secara internal (in-house capability) menjadi prioritas untuk memberikan fleksibilitas dan kontrol penuh terhadap sistem yang dibangun, sehingga dapat memberikan kenyamanan, kapabilitas, serta menjaga keamanan dan keandalan layanan.

Performa Positif Layanan Digital

Layanan digital Bank Mandiri menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada kuartal I 2025. Jumlah pengguna Livin' by Mandiri mencapai 30,7 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,1 miliar, meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi melalui Livin' by Mandiri menembus Rp1.070 triliun, tumbuh 16% secara tahunan.

Kopra by Mandiri juga mencatatkan kinerja positif dengan volume transaksi sebesar 349 juta hingga kuartal I 2025. Nilai transaksi yang dikelola melalui platform ini tumbuh 23% secara tahunan, mencapai Rp6.000 triliun. Optimalisasi Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri telah mendorong volume transaksi digital Bank Mandiri mencapai Rp7.066 triliun hingga akhir Maret 2025, meningkat 21,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini berkontribusi pada efisiensi operasional, dengan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) bank only terjaga di level 38,2% pada kuartal I 2025.

Livin' Merchant, yang diluncurkan pada Juni 2023, juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Hingga Maret 2025, platform ini telah mencatat sekitar 2,6 juta pengguna terdaftar, tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan hingga tiga kali lipat dibandingkan Maret 2024 menjadikan Livin' Merchant sebagai pendorong digitalisasi UMKM di seluruh Indonesia, termasuk wilayah non-urban. Digitalisasi ini berdampak positif pada peningkatan pendapatan non-bunga konsolidasi sebesar 17,3% secara tahunan menjadi Rp11,24 triliun pada Maret 2025, didukung oleh pertumbuhan transaksi digital, layanan trade finance, treasury, dan pengelolaan dana.

Fokus pada Dana Murah dan Keberlanjutan

Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat. Hingga akhir Maret 2025, total DPK secara konsolidasi mencapai Rp1.748 triliun, meningkat 11,2% secara tahunan. Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan dana murah sebesar 8,89% secara tahunan, dengan komposisi dana murah secara bank only mencapai 77,1%. Optimalisasi platform digital Livin' dan Kopra berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan CASA (Current Account Savings Account), memperkuat pendanaan berbasis dana murah yang efisien dan berkelanjutan.

Guna menjaga likuiditas dan memperkuat struktur pendanaan, Bank Mandiri telah menerbitkan Global Bond senilai US$ 800 juta dan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan Tahap II senilai Rp5 triliun pada Maret 2025. Penerbitan ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pendanaan dan mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek jangka panjang Bank Mandiri.

Bank Mandiri terus berkomitmen pada keuangan berkelanjutan. Pada triwulan pertama tahun 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan mencatat pertumbuhan sebesar 11,1% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total Rp294 triliun. Dari jumlah tersebut, portofolio hijau tumbuh sebesar 13,4% menjadi Rp148 triliun dan portofolio sosial tumbuh 9% menjadi Rp146 triliun.