Bluebird Catat Kenaikan Pendapatan 16 Persen di Kuartal Pertama 2025, Laba Bersih Melonjak 42 Persen
PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengumumkan kinerja keuangan yang solid untuk kuartal pertama tahun 2025, dengan pendapatan mencapai Rp 1,3 triliun, menandai peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan signifikan baik di segmen taksi maupun non-taksi.
EBITDA perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan, naik 25 persen menjadi Rp 320 miliar. Laba bersih perseroan juga mencatat peningkatan yang signifikan, tumbuh sebesar 42 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp 167 miliar. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi layanan dan inovasi teknologi yang telah diimplementasikan oleh Bluebird.
Faktor Pendorong Pertumbuhan:
- Pertumbuhan Segmen Taksi dan Non-Taksi: Layanan taksi Bluebird tumbuh sebesar 14 persen, sementara segmen non-taksi mengalami lonjakan sebesar 23 persen. Diversifikasi layanan ini membuktikan ketahanan Bluebird di tengah perubahan dinamis dalam industri transportasi.
- Ekspansi Armada: Bluebird terus memperluas armadanya, mencapai lebih dari 24.500 unit pada kuartal I 2025. Peningkatan ini memperkuat kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan di berbagai kota.
- Peningkatan Pengguna Aplikasi MyBluebird: Jumlah order dan pengguna aplikasi MyBluebird mengalami peningkatan signifikan sebesar 47 persen dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi digital Bluebird dalam menjangkau dan melayani pelanggan.
- Transformasi Layanan Berkelanjutan: Bluebird terus berinvestasi dalam kendaraan listrik untuk lini e-Bluebird dan e-Goldenbird, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap solusi mobilitas berkelanjutan.
- Pertumbuhan di Kota-Kota Besar: Kinerja Bluebird juga didukung oleh pertumbuhan yang kuat di sejumlah kota besar, dengan beberapa wilayah mencatatkan peningkatan kontribusi pendapatan hingga 30 persen.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyatakan bahwa hasil positif ini mencerminkan implementasi strategi perusahaan secara konsisten, serta fokus pada efisiensi operasional, penguatan layanan berbasis teknologi, dan perluasan jangkauan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Bluebird juga terus berupaya untuk membangun kedekatan dengan konsumen di berbagai kota melalui kampanye TrueBlue, yang bertujuan untuk memahami kebutuhan spesifik pelanggan. Selain itu, perusahaan terus melakukan inovasi dan ekspansi bisnis, termasuk perluasan rute Cititrans Juanda-Malang, kolaborasi Cititrans dan Sarinah, serta penambahan metode pembayaran OVO di aplikasi MyBluebird.
Ke depan, Bluebird berkomitmen untuk melanjutkan transformasi menjadi perusahaan layanan Mobility as a Service (MaaS) yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, dengan terus berinovasi dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.