Antisipasi Konflik Lanjutan, Brimob Diterjunkan ke Tanimbar

Kepolisian Daerah Maluku mengambil langkah sigap dengan menerjunkan sejumlah personel Brigade Mobil (Brimob) ke Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah eskalasi konflik antarwarga yang sempat pecah di dua desa bertetangga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Aries Aminullah, menjelaskan bahwa 30 personel Brimob telah dikerahkan dan tiba di lokasi konflik. Mereka akan ditempatkan di perbatasan antara Desa Lingat dan Desa Kandar, dua desa yang terlibat dalam bentrokan sebelumnya. Kehadiran Brimob diharapkan dapat memberikan rasa aman dan mencegah potensi bentrokan susulan.

"Personel Brimob ini akan bergabung dengan aparat TNI dan Polri yang sudah berada di lokasi untuk melaksanakan pengamanan," ujar Kombes Pol Aries Aminullah.

Sebelumnya, Polres Kepulauan Tanimbar telah mengirimkan puluhan personel untuk meredam situasi. Bersama dengan anggota Koramil dan TNI AL, aparat keamanan berhasil membubarkan massa yang terlibat bentrok dan mengarahkan warga untuk kembali ke desa masing-masing. Upaya mediasi juga terus dilakukan untuk mencari solusi damai atas permasalahan yang memicu konflik.

Konflik antara warga Desa Lingat dan Desa Kandar dipicu oleh sengketa lahan yang telah berlangsung lama. Bentrokan yang terjadi pada Selasa (29/4/2025) mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat luka tembak di dada, dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan senapan angin. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan.

Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Penempatan personel Brimob merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan situasi kondusif dan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Aparat kepolisian juga mengimbau kepada seluruh warga untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana.