Aksi Unjuk Rasa Buruh di Gedung MPR/DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup Sementara

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah buruh di sekitar Gedung MPR/DPR, Jakarta, menyebabkan kepadatan lalu lintas yang signifikan di kawasan tersebut pada Kamis (1/5/2025). Sebagai respons terhadap situasi ini, pihak berwenang mengambil langkah antisipatif dengan menutup sementara akses keluar Tol Dalam Kota menuju arah MPR/DPR.

PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), sebagai pengelola Ruas Tol Dalam Kota Jakarta, bekerja sama dengan Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan pihak kepolisian, memberlakukan sistem buka-tutup pada akses keluar Slipi (MPR/DPR) di KM 09+650 Tol Dalam Kota. Penutupan ini mulai diberlakukan sejak pukul 12.18 WIB, berdasarkan diskresi dari pihak kepolisian. Tujuan utama dari penutupan ini adalah untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas, mengingat meningkatnya konsentrasi massa aksi di sekitar lokasi.

Kondisi lalu lintas terpantau padat, terutama menjelang pintu keluar Senayan atau DPR/MPR. Pihak Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna jalan akibat penutupan ini.

Berikut adalah beberapa imbauan bagi pengguna jalan:

  • Hindari Ruas Tol Dalam Kota: Pengguna jalan diimbau untuk menghindari Ruas Tol Dalam Kota, terutama di sekitar kawasan Semanggi dan Senayan, sampai dengan berakhirnya aksi massa.
  • Atur Ulang Jadwal dan Rute Perjalanan: Pengguna jalan disarankan untuk mengatur ulang jadwal dan rute perjalanan mereka untuk menghindari wilayah terdampak aksi unjuk rasa.
  • Pantau Informasi Lalu Lintas Terkini: Informasi lalu lintas terkini dapat dipantau melalui media sosial resmi Jasa Marga, fitur live CCTV pada aplikasi TRAVOY, atau call center 24 jam Jasa Marga Group di 14080.
  • Patuhi Rambu Lalu Lintas dan Arahan Petugas: Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Dengan adanya penutupan akses tol dan imbauan yang diberikan, diharapkan pengguna jalan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka agar terhindar dari kemacetan dan potensi risiko lainnya.