May Day 2025: Prabowo Raih Dukungan Mayoritas Pekerja, Janjikan Kesejahteraan dan Penghapusan Outsourcing

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Lapangan Monas, Jakarta, menjadi momentum penting bagi para pekerja Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menyuarakan aspirasi, tetapi juga menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan komitmennya terhadap kesejahteraan buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyampaikan klaim yang cukup signifikan bahwa 90 persen buruh di Indonesia mendukung Prabowo. Dukungan ini diyakini didasarkan pada harapan dan optimisme yang disampaikan Prabowo terkait perlindungan dan peningkatan kesejahteraan kaum buruh. Iqbal menyatakan keyakinannya bahwa para buruh akan berjuang bersama Prabowo hingga kesejahteraan mereka terwujud.

Dalam aksi May Day yang dihadiri sekitar 200.000 buruh dari berbagai wilayah, sejumlah tuntutan penting diajukan kepada Prabowo. Tuntutan tersebut mencakup:

  • Penghapusan sistem outsourcing atau alih daya yang dianggap merugikan pekerja.
  • Penetapan standar upah yang layak untuk menjamin kehidupan yang lebih baik.
  • Pembentukan satuan tugas (Satgas) PHK untuk melindungi pekerja dari pemutusan hubungan kerja sepihak.
  • Pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang dianggap sudah tidak relevan.
  • Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) untuk memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektor informal.
  • Pemberantasan korupsi melalui RUU Perampasan Aset untuk menciptakan keadilan dan transparansi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Prabowo menegaskan posisinya sebagai presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk buruh, petani, nelayan, dan mereka yang hidup dalam kesulitan. Ia menjanjikan sejumlah langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.

Salah satu janji utama Prabowo adalah komitmennya untuk mencari solusi penghapusan sistem outsourcing. Ia akan meminta Dewan Kesejahteraan Nasional untuk mengkaji dan mencari cara untuk menghapuskan sistem ini secepat mungkin. Prabowo juga mengumumkan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional sebagai hadiah bagi para buruh di Hari Buruh. Selain itu, Satgas PHK juga akan dibentuk untuk melindungi pekerja dari pemutusan hubungan kerja yang tidak adil.

Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Marsinah, seorang aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia juga mendorong percepatan pengesahan RUU PPRT dan RUU Perlindungan Pekerja di Sektor Kelautan dan Perikanan. Sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi, Prabowo mendukung penuh pengesahan UU Perampasan Aset.

Kehadiran ratusan ribu buruh dari berbagai daerah menunjukkan betapa pentingnya momentum May Day bagi para pekerja Indonesia. Peringatan Hari Buruh ini menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi, menuntut hak-hak, dan berharap akan perubahan yang lebih baik di masa depan.