Aksi May Day di Semarang Berujung Bentrokan, Belasan Mahasiswa Diamankan, Beberapa Dilarikan ke Rumah Sakit

Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (1/5/2025) petang, berujung ricuh dan mengakibatkan penangkapan sejumlah mahasiswa oleh aparat kepolisian. Insiden ini terjadi di tengah rangkaian demonstrasi yang melibatkan berbagai serikat buruh dan mahasiswa.

Menurut keterangan dari tim pendamping hukum peserta aksi, sedikitnya 18 mahasiswa diamankan pihak kepolisian. Selain itu, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Roemani untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak pendamping hukum mendesak Kapolrestabes Semarang untuk menarik mundur aparat kepolisian dari sekitar kawasan Universitas Diponegoro (Undip) di Peleburan, serta menjamin bantuan hukum bagi para peserta aksi yang ditangkap.

Aksi demonstrasi sebenarnya telah dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Serikat buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mengawali kegiatan dengan melakukan orasi di Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Pada pukul 14.00 WIB, ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bergabung dan melanjutkan orasi hingga pukul 16.00 WIB. Perwakilan dari berbagai serikat buruh kemudian melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk menyampaikan sembilan tuntutan terkait isu-isu perburuhan.

Situasi mulai memanas sekitar pukul 17.15 WIB. Terjadi konfrontasi fisik antara sejumlah demonstran dengan aparat kepolisian. Pihak kepolisian kemudian mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang dianggap anarkis. Akibatnya, para demonstran berhamburan mencari perlindungan. Tak lama berselang, polisi melakukan penangkapan terhadap sejumlah demonstran yang mengenakan pakaian hitam dan membawa mereka menggunakan truk pengangkut pasukan.

Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB setelah polisi melakukan penyisiran di sepanjang Jalan Pahlawan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti peserta aksi yang ditangkap oleh pihak kepolisian.