Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Kembali Berstatus Internasional: Harapan Baru Pariwisata Sumatera Selatan

Kembalinya status internasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) di Palembang disambut gembira oleh para pelaku pariwisata dan pemangku kepentingan di Sumatera Selatan. Penetapan kembali status ini, yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 26 pada April 2025, dilihat sebagai angin segar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah tersebut.

Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Sumsel bahkan menggelar acara syukuran sebagai wujud apresiasi atas pencapaian ini. Ketua Masata Sumsel, Herlan Aspiudin, menyampaikan optimisme bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi 17 kabupaten/kota di Sumsel. Meskipun Bandara SMB II sempat kehilangan status internasionalnya selama setahun terakhir, Sumsel tetap mampu menarik minat ribuan turis asing, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai hotel di wilayah tersebut.

Dengan dibukanya kembali pintu gerbang internasional ini, para pelaku industri pariwisata berharap kunjungan wisman dapat melampaui angka 10.000 seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda. Bandara SMB II sebelumnya dikenal melayani rute internasional populer seperti Kuala Lumpur, Singapura, serta penerbangan umrah langsung ke Jeddah. Herlan berharap maskapai penerbangan yang pernah melayani rute-rute tersebut dapat segera mengaktifkannya kembali, bahkan membuka destinasi baru ke negara-negara lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Sulaiman Amin, turut menyambut baik penetapan status internasional Bandara SMB II. Ia meyakini bahwa hal ini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor pariwisata di Palembang. Aksesibilitas yang lebih mudah melalui penerbangan langsung internasional akan mempermudah perjalanan wisata ke dan dari Palembang, yang pada gilirannya akan meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Saat ini, Palembang telah mencatat kunjungan wisatawan sebanyak 2 juta orang per tahun. Guna mencapai target 2,5 juta pengunjung pada akhir tahun 2025, Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan multihelix. Pendekatan ini melibatkan sinergi antara:

  • Pemerintah
  • Akademisi
  • Pelaku Industri
  • Komunitas
  • Media

Dengan dukungan infrastruktur penerbangan yang memadai dan semangat kolaboratif dari berbagai pihak, Palembang dan Sumatera Selatan memiliki keyakinan kuat bahwa pariwisata dapat menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Diharapkan, kembalinya status internasional Bandara SMB II akan membuka peluang baru dan mendorong inovasi dalam pengembangan pariwisata Sumsel.