Rincian Biaya Perpanjangan SIM: Estimasi Terbaru untuk Mei 2025
Memasuki bulan Mei 2025, masyarakat yang hendak memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) perlu mengetahui rincian biaya yang harus dipersiapkan. Biaya perpanjangan SIM ini mencakup beberapa komponen, tidak hanya biaya penerbitan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), tetapi juga biaya untuk tes kesehatan, psikologi, dan asuransi.
Dasar hukum mengenai biaya perpanjangan SIM masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam peraturan tersebut, khususnya pasal 1 huruf a dan b, disebutkan tentang pengujian untuk penerbitan SIM dan perpanjangan SIM. Biaya penerbitan perpanjangan SIM di Satpas adalah sebagai berikut:
- SIM A, SIM BI, SIM BII: Rp 80.000
- SIM C, SIM CI, SIM CII: Rp 75.000
- SIM D, SIM DI: Rp 30.000
Perlu diingat, biaya tersebut belum termasuk biaya tambahan lain seperti tes kesehatan, psikologi, dan asuransi. Ketentuan mengenai biaya tes kesehatan dan psikologi ini diatur dalam ST/2387/X/YAN.1.1./2022 yang diterbitkan pada 31 Oktober 2022. Sesuai surat telegram tersebut, biaya pemeriksaan kesehatan dan psikologi akan dipungut langsung di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Polri.
Berdasarkan pengalaman, biaya tes kesehatan berkisar Rp 35.000. Sementara untuk tes psikologi, jika dilakukan secara online melalui platform e-PPSi, biayanya adalah Rp 57.500. Hasil tes psikologi ini berlaku selama enam bulan dan dapat digunakan untuk perpanjangan SIM secara online maupun offline. Selain itu, terdapat biaya asuransi yang umumnya sebesar Rp 50.000.
Dengan demikian, estimasi total biaya perpanjangan SIM, termasuk biaya penerbitan, tes kesehatan, psikologi, dan asuransi adalah sebagai berikut:
- SIM A, SIM BI, SIM BII: Rp 222.500
- SIM C, SIM CI, SIM CII: Rp 217.500
- SIM D, SIM DI: Rp 172.500
Biaya-biaya tersebut merupakan estimasi dan dapat berbeda-beda tergantung pada fasilitas kesehatan yang dipilih dan kebijakan masing-masing daerah. Masyarakat disarankan untuk mempersiapkan dana lebih untuk mengantisipasi kemungkinan perbedaan biaya di lapangan.