Naela Nazwa, Siswi SMK Palangka Raya Pukau Massa Aksi May Day dengan Teatrikal Bertema Buruh
Aksi teatrikal yang memukau menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (1/5/2025). Di antara ribuan massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur, tampil seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bernama Naela Nazwa, yang berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya yang penuh penghayatan.
Naela, seorang pelajar kelas 12 dari sebuah SMK di Kota Palangka Raya, memerankan sosok buruh perempuan dalam drama teatrikal berjudul 'Elegi Negeri yang Dikhianati'. Penampilannya yang ekspresif dan penuh emosi berhasil menyampaikan pesan tentang perjuangan dan ketidakadilan yang dialami oleh kaum buruh, khususnya buruh perempuan, di Indonesia. "Saya ingin merepresentasikan kenyataan pahit yang dialami banyak buruh perempuan, yang seringkali rentan, terpinggirkan, dan bahkan kehilangan nyawa dalam memperjuangkan hak-hak mereka," ujar Naela.
Inspirasi untuk penampilannya ini datang dari kisah tragis Marsinah dan Gijik, dua nama yang menjadi simbol perjuangan buruh di Indonesia. Monolog yang diperankan Naela ditulis oleh seorang mahasiswa bernama Glenn, dengan sentuhan puisi 'Negeri yang Terluka' karya Saut Situmorang. Selain Naela, aksi teatrikal ini juga melibatkan Doni yang berperan sebagai bos yang digambarkan kejam dan Verdi sebagai tentara yang represif.
"Aksi ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk pernyataan bahwa suara kaum tertindas tidak akan pernah benar-benar hilang," tegas Naela. Ia berharap, melalui peringatan May Day ini, generasi muda dapat lebih peduli terhadap isu-isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial. "Tidak menutup kemungkinan kita sendiri akan menjadi buruh di masa depan," tambahnya.
Di balik kesibukannya sebagai pelajar, Naela juga aktif dalam berbagai komunitas sosial, seperti Aliansi Pelajar, Aksi Kamisan, dan Sekolah Rakyat Kalteng. Ketertarikannya pada dunia aktivisme berawal sejak ia duduk di bangku kelas 10, setelah membaca novel-novel perjuangan karya Leila S. Chudori. "Saya merasa sebagai pemuda memiliki tanggung jawab untuk turut menyuarakan atau mengambil aksi saat terjadi penindasan atau ketidaksesuaian," pungkasnya.
Aksi May Day 2025 di Kalteng berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari, diwarnai dengan orasi, aksi teatrikal, dan penyampaian tuntutan dari berbagai elemen buruh dan masyarakat sipil.
Berikut adalah beberapa poin penting dari aksi May Day 2025 di Kalteng:
- Aksi Teatrikal: Penampilan Naela Nazwa, seorang siswi SMK, menjadi daya tarik utama.
- Isu yang Diangkat: Perjuangan dan ketidakadilan yang dialami buruh perempuan.
- Inspirasi: Kisah Marsinah dan Gijik.
- Harapan: Generasi muda lebih peduli terhadap isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial.
- Aktivisme Naela: Aktif di berbagai komunitas sosial dan terinspirasi dari novel Leila S. Chudori.