Napi Lapas Singkawang Otaki Serangan Air Keras Terhadap Pejabat RSJ, Tiga Tersangka Diringkus
Dalang Serangan Air Keras Pejabat RSJ Singkawang Terungkap: Narapidana di Balik Jeruji
Kasus penyiraman air keras yang menimpa Kepala Bidang Keperawatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalimantan Barat di Singkawang memasuki babak baru dengan terungkapnya dalang utama dibalik aksi keji tersebut. Pihak kepolisian mengindikasikan bahwa otak dari serangan tersebut adalah seorang narapidana (Napi) yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singkawang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu, mengonfirmasi keterlibatan narapidana tersebut. Berdasarkan hasil interogasi terhadap para pelaku lapangan, diketahui bahwa mereka menjalankan aksinya atas perintah seorang narapidana berinisial W yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIB Singkawang.
Penangkapan Tiga Tersangka dan Pendalaman Motif
Polisi telah berhasil mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi penyiraman air keras ini. Ketiga tersangka tersebut adalah H (35), A (27), dan B (37). Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda pada hari Rabu, 30 April 2025. Bersamaan dengan penangkapan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang relevan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada penggalian motif yang mendasari perintah dari sang narapidana, W. Meskipun para eksekutor lapangan telah berhasil diamankan, motif di balik perintah tersebut masih menjadi misteri yang berusaha dipecahkan oleh pihak kepolisian. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan, serta memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kronologi Serangan dan Reaksi Gubernur Kalimantan Barat
Insiden penyiraman air keras ini terjadi di Jalan Sebakuan, Kecamatan Singkawang Timur, pada hari Senin, 21 April 2025, sekitar pukul 16.12 WIB. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius yang cukup signifikan di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dada, dan lengan kanan. Kondisi korban pasca serangan tersebut memerlukan perawatan medis intensif.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut memberikan tanggapan terkait kasus ini. Ia mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Kota Singkawang, untuk segera mengungkap seluruh jaringan pelaku yang terlibat dalam aksi keji ini. Gubernur menekankan bahwa tindakan penyiraman air keras merupakan sebuah tindak kriminal serius yang tidak dapat ditoleransi dan harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.