Oknum Guru Gadungan Tipu Siswi SD di Cirebon, Polisi Imbau Sekolah Tingkatkan Keamanan

Aparat kepolisian dari Polresta Cirebon bersama dengan pihak Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Desa Pelayangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

AKP Wawan Hermawan, Kapolsek Gebang, beserta jajaran dan para guru berkumpul bersama seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 di halaman sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek memberikan imbauan penting kepada para siswa agar tidak membawa barang-barang berharga yang dapat memancing tindak kejahatan. Beliau juga secara khusus meminta para siswi untuk menyampaikan pesan kepada orang tua agar tidak memakaikan perhiasan saat berangkat ke sekolah. Imbauan ini dikeluarkan sebagai respons atas kejadian pencurian dan penipuan yang dilakukan oleh seorang pria yang menyamar sebagai guru baru pada hari Rabu, 23 April 2025 lalu.

Menurut Ahmad Yanuar Sani, Guru Operator dan PJOK MINU Desa Pelayangan, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat. Berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku masuk ke sekolah dan langsung mengumpulkan siswi kelas 3 sekitar pukul 09.10 WIB. Pria tersebut, yang mengenakan baju hijau, mengaku sebagai guru baru yang diperintahkan kepala sekolah untuk melakukan razia perhiasan. Setelah mengumpulkan para siswi di kelas, pelaku langsung beraksi. Ia meminta para siswi melepaskan perhiasan yang mereka kenakan dengan janji akan dikembalikan saat pulang sekolah. Namun, setelah keluar kelas, pelaku melarikan diri.

Salah seorang orang tua siswi sempat melihat kedatangan pria tersebut, namun karena tidak merasa curiga, ia tidak melakukan tindakan apapun. Saat kejadian, para guru sedang berada di ruang guru dan tidak mengetahui aktivitas di kelas 3 karena posisi kelas yang membelakangi ruang guru. Setelah kejadian, para siswi korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua dan guru. Pihak sekolah, bersama dengan pemerintah Desa Pelayangan dan kepolisian, telah berupaya mencari pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, pihak sekolah berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di tiga titik rawan yang tidak terlihat dari ruang guru. Kapolsek Gebang juga menekankan pentingnya pemasangan CCTV mengingat lokasi sekolah yang terbuka dan mudah diakses oleh orang luar. Selain itu, Kapolsek juga meminta agar jadwal piket guru dilaksanakan secara disiplin agar pengawasan dapat dilakukan secara optimal. Pihaknya berharap kejadian serupa tidak terjadi di sekolah lain. Saat ini, pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaku juga beraksi di beberapa tempat lain, dan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Berikut beberapa langkah antisipasi yang diambil oleh pihak sekolah dan kepolisian:

  • Pemasangan CCTV: Pemasangan kamera pengawas di titik-titik rawan.
  • Peningkatan Disiplin Piket Guru: Memastikan guru piket melaksanakan tugas pengawasan secara optimal.
  • Koordinasi dengan Pihak Terkait: Bekerja sama dengan pemerintah desa dan kepolisian untuk meningkatkan keamanan.
  • Imbauan kepada Siswa dan Orang Tua: Memberikan edukasi tentang pentingnya tidak membawa barang berharga ke sekolah.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi pihak sekolah dan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan pendidikan.