Program Pembinaan Siswa Bermasalah di Barak Militer Dibiayai dari Dana Operasional Kepala Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggulirkan program pembinaan siswa bermasalah di lingkungan barak militer. Inisiatif ini, yang telah berjalan di Kabupaten Purwakarta sejak Kamis, 1 Mei 2025, dan baru saja dimulai di Kota Bandung pada Jumat, 2 Mei 2025, mendapatkan dukungan pendanaan awal dari sumber yang tidak terduga: biaya operasional kepala daerah.
"Untuk sementara, saya dan Bupati Purwakarta memberikan dukungan dari biaya operasional masing-masing," ungkap Dedi Mulyadi di Rindam III Siliwangi, Bandung, menjelaskan mekanisme pendanaan awal program tersebut. Biaya operasional tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para siswa yang mengikuti program pembinaan, termasuk biaya makan dan penunjang kegiatan mereka selama berada di bawah bimbingan personel TNI dan Polri. Namun, Dedi memastikan bahwa pendanaan program ini akan diintegrasikan ke dalam anggaran perubahan pemerintah daerah di masa mendatang, sehingga menjamin keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Dedi menekankan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar para siswa terpenuhi selama mengikuti program pembinaan. "Misalnya, jika mereka membutuhkan makanan, tentu kita akan mengirimkan makanan. Pemerintah Provinsi pun siap mengirimkan makanan setiap hari jika diperlukan," tegasnya. Program pembinaan ini dirancang untuk mengatasi masalah perilaku siswa melalui pendekatan disiplin dan peningkatan kebugaran fisik. Para siswa akan menjalani rutinitas harian yang terstruktur, termasuk:
- Jadwal bangun dan tidur yang teratur
- Kegiatan olahraga rutin
- Kegiatan belajar yang terawasi secara ketat
Diharapkan, melalui penerapan disiplin dan rutinitas yang ketat, program ini dapat membantu siswa mengubah perilaku negatif dan mengembangkan kebiasaan positif.
Selain fokus pada disiplin, program ini juga memperhatikan aspek gizi dan kesehatan para siswa. Mereka akan mendapatkan:
- Asupan gizi yang cukup
- Waktu istirahat yang memadai
- Kesempatan berolahraga secara teratur
Pembelajaran di sekolah tetap menjadi bagian integral dari program ini. Namun, dengan perbedaan signifikan, guru akan mengajar langsung di barak militer, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan terstruktur. Meskipun demikian, Dedi menegaskan bahwa partisipasi dalam program ini bersifat sukarela. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan memaksa siswa untuk mengikuti program ini jika orang tua mereka tidak memberikan izin.
"Jika orang tua tidak mengizinkan, kami tidak akan menerima siswa tersebut," pungkas Dedi, menekankan pentingnya persetujuan orang tua dalam keberhasilan program pembinaan ini.