Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat di Awal Tahun 2025, Sektor Pariwisata Diproyeksikan sebagai Penggerak Ekonomi Utama

Pariwisata Indonesia Menggeliat: Kunjungan Wisman Naik, Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif di awal tahun 2025 dengan mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa Indonesia menerima 1,89 juta kunjungan wisman selama periode Januari hingga Februari 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencatat 1,67 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam pernyataan resminya, menyampaikan optimisme terhadap pencapaian target kunjungan wisman tahun 2025 yang berada di kisaran 14,5 hingga 16 juta. Ia menekankan pentingnya upaya kolaboratif dari berbagai sektor dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan target tersebut.

Di sisi lain, data Mobile Positioning Data (MPD) Kementerian Perhubungan menunjukkan adanya penurunan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2025. Tercatat 154,6 juta perjalanan selama musim mudik Lebaran 2025, lebih rendah dibandingkan dengan 162,2 juta perjalanan pada periode yang sama tahun 2024. Kendati demikian, kunjungan wisman selama periode libur Lebaran justru mengalami peningkatan. Data dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mencatat 260.200 kunjungan wisman selama 22-31 Maret 2025 (10 hari musim Lebaran 2025), meningkat dibandingkan dengan 252.400 kunjungan pada periode 1-10 April 2024 (musim libur Lebaran 2024).

Kementerian Pariwisata juga melaporkan peningkatan kunjungan di beberapa destinasi wisata populer di Pulau Jawa selama libur Lebaran 2025, diantaranya:

  • Taman Mini Indonesia Indah (TMII): Rata-rata kunjungan harian naik 46 persen dibandingkan tahun lalu.
  • Candi Prambanan: Mengalami peningkatan kunjungan harian sebesar 42 persen.
  • Kebun Binatang Surabaya: Jumlah kunjungan naik tujuh persen dibandingkan libur Lebaran 2024.

Menteri Widiyanti menekankan peran strategis sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional, pencipta lapangan kerja, dan perekat kebudayaan bangsa. Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, ia meyakini bahwa pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.