Polisi Cilegon Ringkus Dua Pemalak Sopir di Pasar Kranggot

Aparat kepolisian dari Polres Cilegon berhasil mengamankan dua orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi pemerasan terhadap sopir truk di kawasan Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Banten. Penangkapan ini dilakukan sebagai bagian dari operasi pemberantasan premanisme yang semakin meresahkan masyarakat.

Kedua pelaku yang diketahui berinisial MD (22) dan M (30) ditangkap saat petugas melakukan patroli rutin di sekitar pasar. Menurut keterangan Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas pungutan liar yang kerap terjadi di area pasar.

Modus operandi kedua pelaku adalah dengan meminta sejumlah uang kepada setiap sopir truk pengangkut sayuran dan sembako yang masuk ke area pasar Kranggot. Setiap sopir dipaksa membayar 'jatah preman' sebesar Rp 5.000. Aksi ini tentu saja merugikan para sopir dan berpotensi meningkatkan biaya operasional mereka.

Polres Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus memberantas segala bentuk premanisme dan pungutan liar di wilayah hukumnya. AKBP Kemas Indra Natanegara mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk tindak kriminalitas yang mereka saksikan kepada pihak kepolisian. Kerjasama antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga Cilegon.

Berikut adalah poin-poin penting dari operasi penangkapan ini:

  • Penangkapan: Dua pelaku pemalakan, MD (22) dan M (30), berhasil diamankan di Pasar Kranggot.
  • Modus Operandi: Memalak sopir truk pengangkut sayuran dan sembako.
  • Jumlah Pungutan: Rp 5.000 per truk.
  • Tindakan Kepolisian: Patroli rutin dan penindakan tegas terhadap pelaku premanisme.
  • Imbauan: Masyarakat diminta aktif melaporkan tindak kriminalitas.

Diharapkan dengan penangkapan ini, aksi premanisme di Pasar Kranggot dapat diberantas dan memberikan rasa aman kepada para pedagang, sopir, dan masyarakat yang beraktivitas di pasar tersebut. Pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mencegah terjadinya kembali aksi serupa di masa mendatang.