Harapan Seorang Ibu: Barak Militer Jadi Solusi Perilaku Menyimpang Anak
Seorang ibu asal Karawang, bernama Juju, menaruh harapan besar agar anaknya dapat mengikuti program pembentukan karakter di lingkungan militer. Kedatangannya ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Purwakarta pada hari Sabtu (3/5/2025) menjadi bukti nyata kegelisahannya sebagai orang tua.
Juju mengungkapkan niatnya tersebut di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang saat itu tengah meninjau kegiatan pendidikan karakter yang diikuti oleh 39 siswa SMP di barak militer tersebut. Ia berharap lingkungan militer yang disiplin dapat memberikan dampak positif bagi putranya yang berusia 20 tahun.
"Saya hanya ingin anak saya menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagai orang tua, saya akan melakukan apapun, meski sulit, demi kebaikan anak," ujar Juju dengan nada penuh harap.
Ibu tersebut menceritakan bahwa anaknya kerap kali terlibat dalam kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Kondisi ini membuatnya khawatir dan terus mencari cara untuk membantu putranya keluar dari permasalahan tersebut.
"Anak saya sering melakukan kenakalan seperti remaja pada umumnya. Sulit diatur dan menggunakan eksimer. Saya berharap ia bisa mendapatkan bimbingan, pengawasan, dan arahan yang tepat," jelasnya.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Juju, mulai dari berkonsultasi dengan tokoh agama, dokter, hingga psikolog. Namun, ia merasa belum melihat perubahan yang signifikan pada perilaku anaknya. Rasa frustrasi pun tak dapat disembunyikan.
"Saya sudah mencoba berbagai cara, tetapi hasilnya masih sama saja, tidak ada perubahan," ungkapnya dengan nada pasrah.
Meski saat ini program pendidikan karakter di barak militer tersebut belum diperuntukkan bagi orang dewasa, Juju berharap pemerintah daerah dapat segera menyelenggarakan program serupa. Ia meyakini bahwa lingkungan militer yang terstruktur dan disiplin dapat membantu mengubah perilaku negatif pada orang dewasa yang bermasalah.
"Tadi Pak Gubernur juga mengatakan untuk bersabar, karena program serupa untuk orang dewasa sedang dipersiapkan," tuturnya.
Program pendidikan karakter di barak militer ini merupakan inisiatif dari Gubernur Dedi Mulyadi. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan disiplin dan menanamkan nilai-nilai moral yang kuat kepada anak-anak dan remaja yang membutuhkan bimbingan.
Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa jika program ini berhasil memberikan dampak positif bagi siswa SMP dan SMA, maka konsep serupa akan diimplementasikan bagi orang dewasa yang bermasalah dengan hukum atau perilaku menyimpang lainnya. Pemerintah daerah saat ini sedang menyusun konsep program tersebut.
"Konsepnya akan segera disusun," kata Dedi.
"Bagi mereka yang sering berkumpul di perempatan jalan, mabuk-mabukan, terlibat tawuran dan sulit diproses hukum karena pidananya ringan, atau bahkan menjadi lebih buruk setelah diproses hukum, akan kami siapkan konsepnya," tambahnya.
Harapan Juju menjadi cerminan dari banyak orang tua yang merasa kesulitan dalam membimbing anak-anak mereka di tengah kompleksitas permasalahan sosial saat ini. Program pendidikan karakter di lingkungan militer diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut.