Warga Baduy Keluhkan Minimnya Akses Anti Bisa Ular, Pemprov Banten Diminta Bertindak
Masyarakat adat Baduy, yang wilayahnya terpencil dan sulit dijangkau kendaraan, menghadapi tantangan serius terkait penanganan gigitan ular. Kepala Desa Kanekes, Oom, dalam acara adat Seba Baduy di Kota Serang, menyampaikan permohonan mendesak kepada Gubernur Banten, Andra Soni, untuk memfasilitasi ketersediaan obat anti bisa ular di wilayah adat mereka.
Oom menjelaskan bahwa mayoritas warga Baduy berprofesi sebagai petani, sehingga risiko terpapar ular sangat tinggi. Kendala utama adalah jarak dan aksesibilitas. Ketika seseorang digigit ular, mereka harus ditandu terlebih dahulu untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat. Ironisnya, puskesmas yang berdekatan dengan wilayah Baduy pun tidak memiliki stok anti bisa ular yang memadai.
"Pengobatan anti bisa, warga Baduy sangat luas perkampungannya, juga tidak masuk kendaraan, misalnya ada yang dipatuk ular kan harus ditandu dulu. Kalau misalnya difasilitasi obat anti bisa, kita enak," ungkap Oom.
Oom tidak memberikan data pasti mengenai jumlah korban gigitan ular, namun ia menegaskan bahwa banyak kasus yang tidak tertangani dengan baik. Hal ini mendorongnya untuk secara langsung memohon perhatian Gubernur Banten agar menyediakan anti bisa ular bagi masyarakat Baduy.
Gubernur Andra Soni merespons positif permohonan tersebut. Ia berjanji akan menginstruksikan jajarannya untuk memastikan ketersediaan anti bisa ular di sekitar wilayah Baduy.
"Ketersediaan obat atau anti bisa ular, mohon agar anti bisa ular itu disiapkan atau selalu tersedia di sekitar warga Baduy," kata Andra Soni.
Permintaan ini menyoroti masalah mendasar terkait akses layanan kesehatan di daerah terpencil dan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat medis. Ketersediaan anti bisa ular dapat menjadi penyelamat bagi masyarakat Baduy yang rentan terhadap gigitan ular.
Rincian Permasalahan:
- Aksesibilitas: Wilayah Baduy sulit dijangkau kendaraan, memperlambat penanganan medis.
- Ketersediaan Obat: Puskesmas terdekat tidak memiliki stok anti bisa ular.
- Profesi: Mayoritas warga Baduy adalah petani, meningkatkan risiko terpapar ular.
- Jumlah Korban: Banyak kasus gigitan ular yang tidak tertangani dengan baik.
Respon Pemerintah:
- Gubernur Banten berjanji untuk memastikan ketersediaan anti bisa ular di sekitar wilayah Baduy.