Tim SAR Selamatkan Tiga Remaja yang Tersesat saat Jogging di Perbukitan Cilegon

Tiga remaja berhasil diselamatkan oleh tim SAR setelah dilaporkan tersesat di kawasan perbukitan Pemancar, Cilegon. Insiden ini terjadi pada Sabtu (3/5/2025) sore, ketika ketiganya sedang melakukan aktivitas lari lintas alam dari Bukit Pemancar menuju Gunturan Hill.

Identitas ketiga remaja tersebut adalah Ridhwan Aqil, Ichsan Putra, dan Azhar Mauludin, semuanya berusia 18 tahun. Mereka memulai jogging sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, setelah lebih dari 40 menit berlari, mereka menyadari bahwa mereka tidak kunjung tiba di Gunturan Hill. Ketiganya kemudian memutuskan untuk kembali ke titik awal, tetapi justru kehilangan arah.

Menurut keterangan Kasi OPS Badan Pencarian dan Pertolongan Banten, Risky Dwianto, laporan mengenai hilangnya ketiga remaja ini diterima pada malam hari. Tim SAR segera dikerahkan menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan mereka. Dengan menggunakan peralatan mountaineering, tim SAR menyisir kawasan perbukitan tersebut.

Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, tim SAR akhirnya berhasil menemukan ketiga remaja tersebut pada pukul 22.50 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 90 meter dari titik laporan awal. Kondisi ketiganya dilaporkan sehat dan selamat.

Berikut kronologis kejadian:

  • 16.00 WIB: Ketiga remaja memulai jogging dari Bukit Pemancar menuju Gunturan Hill.
  • 17.40 WIB: Menyadari tersesat, mereka mencoba kembali ke titik awal namun semakin kehilangan arah.
  • Malam Hari: Laporan mengenai hilangnya ketiga remaja diterima oleh tim SAR.
  • 22.50 WIB: Tim SAR berhasil menemukan ketiga remaja dalam keadaan selamat.
  • 00.04 WIB: Ketiga remaja diserahkan kepada pihak keluarga.

Setelah ditemukan, tim SAR segera membawa turun ketiga remaja tersebut dari perbukitan dan menyerahkannya kepada pihak keluarga pada pukul 00.04 WIB dini hari. Operasi penyelamatan ini berlangsung selama kurang lebih enam jam, dari laporan diterima hingga penyerahan korban kepada keluarga.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan dan kehati-hatian dalam melakukan aktivitas di alam terbuka, terutama di kawasan perbukitan atau hutan. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait dan pelaporan yang cepat sangat membantu dalam proses pencarian dan penyelamatan.