Maimunah Zebua Tunaikan Ibadah Haji, Gantikan Almarhumah Ibunda

Maimunah Zebua, seorang warga Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini tengah berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Keberangkatannya kali ini bukan hanya sekadar memenuhi rukun Islam, melainkan juga mengemban amanah mulia untuk menggantikan almarhumah ibundanya, Darwati Pulungan, yang wafat pada Januari lalu.

Kisah Maimunah menjadi sorotan karena menggambarkan keteguhan iman dan bakti seorang anak kepada orang tua. Darwati Pulungan, sebelum berpulang, telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji sejak 12 tahun silam. Penantian panjang yang semula diperkirakan hanya 8 tahun, harus tertunda akibat pandemi COVID-19, hingga akhirnya mencapai 12 tahun.

Semangat Darwati untuk menunaikan ibadah haji tak pernah pudar. Ketika namanya masuk dalam daftar jemaah cadangan pada tahun 2024, ia dengan sigap melunasi biaya haji sebesar Rp 52 juta dan mempersiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan. Meskipun kemudian mendapat informasi bahwa keberangkatannya dijadwalkan pada tahun 2025, Darwati tetap menyambutnya dengan sukacita, seolah telah siap untuk menghadap Sang Khalik.

Takdir berkata lain, pada 16 Januari 2025, Darwati menghembuskan nafas terakhirnya di usia 67 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama karena ia telah bersiap untuk menunaikan ibadah haji. Namun, semangat Darwati untuk berhaji tidak padam begitu saja. Maimunah, sebagai ahli waris, berinisiatif mencari informasi mengenai nasib antrean haji ibundanya.

Setelah menempuh perjalanan panjang sekitar 12 jam dari Tapanuli Utara ke Medan, Maimunah berhasil mengurus pergantian porsi haji ibunya. Proses yang dipermudah oleh Allah SWT ini hanya memakan waktu sekitar seminggu, hingga akhirnya Maimunah menerima pemberitahuan untuk berangkat haji pada tahun ini menggantikan almarhumah ibunya.

Keberangkatan Maimunah ke Tanah Suci membawa serta seluruh perlengkapan yang telah disiapkan oleh almarhumah ibunya. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama dari Sumatera Utara. Maimunah mengakui bahwa perasaannya campur aduk antara haru, sedih, dan bahagia. Di satu sisi, ia merasa belum sepenuhnya merelakan kepergian ibundanya. Di sisi lain, ia merasa terhormat dapat mewujudkan impian almarhumah untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan, karena proses yang serba mendadak, Maimunah tidak sempat mengikuti manasik haji.

Kini, di Tanah Suci, Maimunah hanya dapat memanjatkan doa setulus hati untuk almarhumah ibunda tercinta. Ia berharap ibadah hajinya dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada almarhumah Darwati Pulungan.

Berikut perlengkapan haji yang dibawa oleh Maimunah:

  • Pakaian ihram
  • Mukena
  • Buku doa
  • Al-Qur'an
  • Obat-obatan pribadi
  • Perlengkapan mandi
  • Koper dan tas